Begini Bunyi Tujuan Muhammadiyah saat Didirikan di Zaman Belanda

Selasa, 26 November 2024 - 16:18 WIB
Gagasan demikian akan terlihat nanti dalam dokumen prasaran HB Muhammadiyah dalam Kongres Islam Cirebon tahun 1921.

Selanjutnya, Artikel 3 menyatakan; “Maka perhimpunan itu akan menyampaikan maksudnya sebisa-bisa dengan daya upaya;

a. Memperdirikan dan memiara atau menolong hal pengajaran, yang selainnya pengajaran biasa di sekolahan, juga dipelajari pengajaran Igama Islam seperlunya.

b. Mengadakan perkumpulan anggota-anggota dan lain anggota yang suka datang, yaitu membicarakan perkara-perkara Igama Islam.

Baca juga: Ketika Kiai Ahmad Dahlan Dituduh Kafir karena Meniru Sekolah Belanda

c. Memperdirikan dan memiara atau menolong langgar-langgar (wakaf dan mesjid) yang mana terpakai melakukan hal Igama atau menetapi keperluannya Igama Islam seperlunya, dan

d. Mengeluarkan sendiri atau memberi pertolongan kepada yang mengeluarkan buku-buku, surat sebaran, surat sebitan atau surat-surat kabar, yang di dalam semua perkara-perkara Igama Islam, hal kebaikannya kelakuan pengajaran dan kepercayaan yang baik, yang masing-masing tujuannya bisa mendapatkan maksudnya perhimpunan itu, tetapi sekali-kali tiada boleh nerjang wet-wetnya negri atau melanggar peraturan-peraturan yang umum atau hal kelakuan yang baik.’

Abdul Munir Mulkhan mengatakan dari artikel 3 Anggaran Dasar tersebut di atas, jelas terlihat bagaimana Kiai Ahmad Dahlan menempatkan organisasi, lembaga pendidikan, kerja sama, dan penyebaran gagasan kepada publik.

Demikian pula penggunaan media modern penerbitan dan kepustakaan. Suatu gerakan yang bukan saja dikelola secara terbuka dan modern, namun juga fokus pada usaha mempermudah pemahaman ajaran Islam bagi publik.

Baca juga: Kisah Kiai Ahmad Dahlan Merombak Ruang Tamu Rumahnya Menjadi Ruang Kelas
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!