Muktamar IMSA-MISG Diikuti 1.400 Muslim di Amerika Serikat, Hadirkan 21 Pembicara

Selasa, 07 Januari 2025 - 13:31 WIB
“Meskipun Gaza hampir hancur total dan realitas yang dihadapi warga Palestina sungguh tidak manusiawi, kita masih bisa melihat dengan jelas pada diri mereka sebuah harapan. Untuk menjadi umat yang paling dicintai Allah, harapan tadi harus dimanifestasikan dalam bentuk pelayanan dan pertolongan kepada sesama,” ujar Aria Novianto.

Dia mengingatkan para peserta Muktamar 2024, warga IMSA dan semua yang hadir bahwa orang yang mampu melewati kesulitan dan terus bertahan demi keridhaan Allah SWT akan lebih tinggi derajatnya daripada orang yang diuji dengan kemudahan.

“Orang yang mengalami kesulitan berat tetapi terus bekerja melayani untuk mencari ridha Allah akan mengalami pertumbuhan yang tidak dapat dicapai oleh orang yang diuji dengan kemudahan. Bukti nyata dari hal ini adalah Nabi Muhammad SAW terlahir sebagai yatim piatu, kehilangan dan menguburkan semua anaknya dalam masa hidupnya kecuali satu, ditolak dan difitnah oleh sebagian keluarganya sendiri, dipaksa meninggalkan kampung halamannya. Namun, beliau tetap melayani Tuhannya dan mendedikasikan hidupnya untuk umatnya,” ujarnya.

Sedangkan Ustaz Das’ad Latif yang baru pertama kalinya hadir di Muktamar 2024 ini mempunyai kesan tersendiri.

“Muktamar ini mengobarkan semangat keIndonesiaan, dengan memperbaiki pengetahuan agama maka Insya Allah bangsa kita terhormat. Karena jika perantau agamanya baik, maka mereka akan menunjukkan perilaku yang baik pula,” ujar Ustaz Das’ad Latif.

Sementara itu, salah satu pembicara muktamar, Imam Shamsi Ali melihat Muktamar IMSA MISG berkembang lebih baik, selain jumlah peserta yang meningkat (dari 300 peserta pada tahun 1988), juga kualitas program-program, pembicara yang diundang, juga acara-acara generasi muda sangat baik.

“Muktamar 2024 menjawab tantangan keadaan ini, dalam situasi sesulit apapun akan kita lalui jika kita hadapi dengan iman, meyakini bahwa Allah SWT bersama kita. Kekuatan kita yang sesungguhnya ada pada Allah SWT,” tegas Imam Shamsi Ali, yang sehari-harinya bertugas sebagai Presiden Nusantara Foundation di kota New York.

“Pada saat ini, Muslim di dunia sedang menghadapi berbagai macam cobaan dan tantangan. terutama yang telah terjadi setahun lebih terakhir di Timur Tengah, khususnya di Gaza. Kesusahan, kesedihan dan kepedihan mereka adalah penderitaan kita,” tandasnya.

Muktamar IMSA-MISG 2024 menorehkan prestasi yaitu jumlah peserta terbanyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya sejak diselenggarakan pertama kalinya pada tahun 1998. Peserta Muktamar adalah muslim WNI dan diaspora dari Indonesia dan Malaysia yang sebagian besar datang dari Amerika dan Kanada.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!