Panduan Ramadhan, Berikut Hal-hal yang Dimakruhkan Saat Puasa
Minggu, 03 Mei 2020 - 17:05 WIB
Puasa Ramadhan adalah kewajiban bagi setiap muslim berusia baligh dan berakal yang pelaksanaannya diikat oleh aturan syariat. Foto/Dok SINDOnews
Puasa Ramadhan adalah kewajiban setiap muslim berusia baligh dan berakal yang pelaksanaannya diikat dengan aturan syariat. Ibadah puasa memiliki rukun, syarat sah, bahkan hal-hal yang berkaitan dengan hukum-hukum sunnah, boleh, makruh dan haram.
Adapun hal-hal yang dimakruhkan dalam puasa Ramadhan hendaknya dijauhi demi menjaga kualitas puasa di sisi Allah Ta'ala. Menurut Dai lulusan Sastra Arab Universitas Indonesia Ustaz Farid Nu'man Hasan , ada lima hal yang dimakruhkan saat puasa Ramadhan, yaitu:
1. Berendam secara berlebihan.
2. Kumur-kumur dan menghirup air ke rongga hidung secara berlebihan.
3. Berbekam hingga menyebabkan lemah badan.
4. Mencium istri hingga melahirkan syahwat yang tidak terkendali.
5. Tidur secara berlebihan.
Adapun terkait Hadis tentang "Tidurnya orang berpuasa adalah ibadah" tidaklah valid alias dhaif. Berikut pembahasannya:
عن عبد الله بن أبي أوفى ، قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « نوم الصائم عبادة ، وصمته تسبيح ، وعمله مضاعف ، ودعاؤه مستجاب ، وذنبه مغفور
Dari Abdullah bin Abi Aufa, dia berkata: bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah, diamnya adalah tasbih, amalnya dilipatgandakan, doanya dikabulkan, dan dosanya diampunkan." (HR. Al Baihaqi, Syu’abul Iman, No. 3937)
Adapun hal-hal yang dimakruhkan dalam puasa Ramadhan hendaknya dijauhi demi menjaga kualitas puasa di sisi Allah Ta'ala. Menurut Dai lulusan Sastra Arab Universitas Indonesia Ustaz Farid Nu'man Hasan , ada lima hal yang dimakruhkan saat puasa Ramadhan, yaitu:
1. Berendam secara berlebihan.
2. Kumur-kumur dan menghirup air ke rongga hidung secara berlebihan.
3. Berbekam hingga menyebabkan lemah badan.
4. Mencium istri hingga melahirkan syahwat yang tidak terkendali.
5. Tidur secara berlebihan.
Adapun terkait Hadis tentang "Tidurnya orang berpuasa adalah ibadah" tidaklah valid alias dhaif. Berikut pembahasannya:
عن عبد الله بن أبي أوفى ، قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « نوم الصائم عبادة ، وصمته تسبيح ، وعمله مضاعف ، ودعاؤه مستجاب ، وذنبه مغفور
Dari Abdullah bin Abi Aufa, dia berkata: bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah, diamnya adalah tasbih, amalnya dilipatgandakan, doanya dikabulkan, dan dosanya diampunkan." (HR. Al Baihaqi, Syu’abul Iman, No. 3937)
Lihat Juga :