Bagaimana Meraih Keberkahan dalam Makanan?
Selasa, 08 September 2020 - 13:06 WIB
“Bahwa orang-orang yang tabdzir itu adalah saudara-saudara syetan.” (QS. Al-Isra: 27)
Ini adalah adab yang pertama yang diajarkan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa sallam dalam hadis ini. Yaitu makanan yang terjatuh diambil, dibersihkan, dimakan. Kalau tidak ada kotoran, maka bisa langsung dimakan, tidak ada masalah. (Baca juga : Inilah Manfaat Harta yang Bisa Memborong Pahala )
Mengapa kita mengambil makanan yang terjatuh itu kemudian kita bersihkan lalu kita makan? Kata Beliau Shallallahu alaihi wa sallam:
،وَلاَ يدَعْها للشَّيطَانِ
“Dan jangan dia biarkan makanan itu untuk syetan.”
Ini menunjukkan bahwa syetan ketika ada makanan jatuh dan dibiarkan maka akan dimakan oleh syetan. Setan tidak bisa mengambil makanan atau ikut serta dalam makanan kita kalau kita membaca Bismillah.
وَلا يمسَحْ يَدهُ بِالمِنْدِيلِ حتَّى يَلعقَ أَصَابِعَهُ
“Dan jangan dia membersihkan tangannya dengan sapu tangan atau dengan tisu, hingga dia menjilati jari jemarinya yang digunakan untuk makan itu (tangan kanannya).”
(Baca juga : Komisi VIII DPR Tegaskan Pemerintah Tak Berhak Sertifikasi Ulama )
Apa alasannya? Yaitu karena dia tidak mengetahui pada bagian makanan manakah terdapat keberkahan . Jadi kita menghabiskan makanan itu untuk mendapatkan keberkahan dari Allah Subhanahu wa ta’ala. Makanan yang berkah dan diberkahi oleh Allah Subhanahu wa ta’ala apabila masuk dalam tubuh seseorang akan menjadi kekuatan baginya untuk ketaatan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.
Ini adalah adab yang pertama yang diajarkan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa sallam dalam hadis ini. Yaitu makanan yang terjatuh diambil, dibersihkan, dimakan. Kalau tidak ada kotoran, maka bisa langsung dimakan, tidak ada masalah. (Baca juga : Inilah Manfaat Harta yang Bisa Memborong Pahala )
Mengapa kita mengambil makanan yang terjatuh itu kemudian kita bersihkan lalu kita makan? Kata Beliau Shallallahu alaihi wa sallam:
،وَلاَ يدَعْها للشَّيطَانِ
“Dan jangan dia biarkan makanan itu untuk syetan.”
Ini menunjukkan bahwa syetan ketika ada makanan jatuh dan dibiarkan maka akan dimakan oleh syetan. Setan tidak bisa mengambil makanan atau ikut serta dalam makanan kita kalau kita membaca Bismillah.
وَلا يمسَحْ يَدهُ بِالمِنْدِيلِ حتَّى يَلعقَ أَصَابِعَهُ
“Dan jangan dia membersihkan tangannya dengan sapu tangan atau dengan tisu, hingga dia menjilati jari jemarinya yang digunakan untuk makan itu (tangan kanannya).”
(Baca juga : Komisi VIII DPR Tegaskan Pemerintah Tak Berhak Sertifikasi Ulama )
Apa alasannya? Yaitu karena dia tidak mengetahui pada bagian makanan manakah terdapat keberkahan . Jadi kita menghabiskan makanan itu untuk mendapatkan keberkahan dari Allah Subhanahu wa ta’ala. Makanan yang berkah dan diberkahi oleh Allah Subhanahu wa ta’ala apabila masuk dalam tubuh seseorang akan menjadi kekuatan baginya untuk ketaatan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.
Lihat Juga :