Khotbah Jumat Terakhir Bulan Syawal : Menghadapi Bulan Haram
Jum'at, 17 April 2026 - 05:15 WIB
Setelah menyelesaikan ibadah puasa Ramadan, terbentang di hadapan kita bulan-bulan yang sangat mulia—bulan-bulan yang disucikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Foto ilustrasi/ist
Hari ini kita berada di Hari Jumat terakhir bulan Syawal 1447 Hijriyah bertepatan dengan 17 April 2026.Berikut materi khotbah Jumat ini bertema Menghadapi Bulan Haram, yang disampaikan oleh Ustaz Abu Yahya Badrusalam, Lc.
Allah berfirman:
“Sesungguhnya bilangan bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi. Di antaranya ada empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kalian menzalimi diri kalian dalam bulan-bulan itu.” (QS. At-Taubah [9]: 36)
Allah melarang perbuatan zalim terhadap diri sendiri di bulan-bulan haram. Padahal, berbuat zalim tetap haram meskipun di luar bulan-bulan tersebut. Ini menunjukkan bahwa perbuatan zalim terhadap diri sendiri memiliki nilai dosa yang sangat berat di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Baca juga: Diplomasi Perang ala Rasulullah SAW: Strategi Cerdas di Balik Kemenangan
Oleh karena itu, kita memiliki kewajiban untuk mempersiapkan diri menghadapi tiga bulan ke depan. Sebab, bulan-bulan ini adalah bulan yang mulia. Perbuatan zalim seperti berbuat dosa, maksiat, atau melakukan sesuatu yang tidak diridhai oleh Allah—ternyata dosanya dilipatgandakan dan menjadi lebih besar di sisi-Nya.
Jangan sampai pada bulan-bulan ini kita justru merugi karena lebih banyak melakukan dosa daripada amal ketaatan dan kebaikan.
Khotbah Jumat pertama:
Setelah menyelesaikan ibadah puasa Ramadan, terbentang di hadapan kita bulan-bulan haram atau bulan yang sangat mulia—bulan-bulan yang disucikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.Allah berfirman:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ ۚ…
“Sesungguhnya bilangan bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi. Di antaranya ada empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kalian menzalimi diri kalian dalam bulan-bulan itu.” (QS. At-Taubah [9]: 36)
Allah melarang perbuatan zalim terhadap diri sendiri di bulan-bulan haram. Padahal, berbuat zalim tetap haram meskipun di luar bulan-bulan tersebut. Ini menunjukkan bahwa perbuatan zalim terhadap diri sendiri memiliki nilai dosa yang sangat berat di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Baca juga: Diplomasi Perang ala Rasulullah SAW: Strategi Cerdas di Balik Kemenangan
Oleh karena itu, kita memiliki kewajiban untuk mempersiapkan diri menghadapi tiga bulan ke depan. Sebab, bulan-bulan ini adalah bulan yang mulia. Perbuatan zalim seperti berbuat dosa, maksiat, atau melakukan sesuatu yang tidak diridhai oleh Allah—ternyata dosanya dilipatgandakan dan menjadi lebih besar di sisi-Nya.
Jangan sampai pada bulan-bulan ini kita justru merugi karena lebih banyak melakukan dosa daripada amal ketaatan dan kebaikan.
Lihat Juga :