Burung-Burung itu Meniadakan Diri Dalam Diri Sang Simurgh
Minggu, 27 September 2020 - 06:59 WIB
Baca juga: UGM Ciptakan GeNose, Alat Deteksi COVID-19 Kurang dari 2 Menit
Sebagaimana jauhnya kedua hal ini dari kita, sedemikian pula pemerian tentang keduanya tak mungkin jelas atau pasti. Jika pembacaku mengharapkan penjelasan dengan amsal tentang kebakaan yang menyusul setelah kemusnahan, untuk itu perlu kutulis buku lain.
Selama kau terikat dengan perkara-perkara dunia, kau tak mungkin menempuh Jalan itu, tetapi bila dunia tak lagi mengikatmu, kau akan dapat memasukinya seperti dalam mimpi; tetapi mengetahui tujuannya, kau pun akan melihat manfaatnya.
Baca juga: RI Masuk 92% Negara di Dunia yang Ekonominya Krisis Terdampak Corona
Suatu benih diasuh di antara seratus pemeliharaan dan cinta sehingga ia dapat menjadi makhluk yang cerdas dan berkegiatan. Ia dididik dan diberi pengetahuan yang perlu. Kemudian maut datang dan segalanya terhapus, keagungannya tergulingkan.
Demikianlah suatu makhluk telah menjadi debu jalanan. Berkali-kali ia telah dimusnahkan; tetapi sementara itu, ia telah dapat mengetahui seratus rahasia yang sebelumnya tak pernah disadarinya, dan pada akhirnya ia mendapat kebakaan, dan beroleh kehormatan sebagai ganti kehinaan.
Baca juga: Amien Rais: Saya Melihat Komunisme Diberi Angin Kencang
Tahukah kau apa yang kaumiliki? Masuklah ke dalam dirimu sendiri dan renungkan ini. Selama kau tak menyadari kenihilanmu, dan selama kau tak meninggalkan kebanggaan diri, kesombongan dan cintadiri, kau tak akan dapat mencapai puncak kebakaan. Di Jalan itu kau tercampak dalam kehinaan dan terangkat dalam kehormatan.
Dan kini ceritaku pun selesai, tak ada lagi yang mesti kukatakan.
Sebagaimana jauhnya kedua hal ini dari kita, sedemikian pula pemerian tentang keduanya tak mungkin jelas atau pasti. Jika pembacaku mengharapkan penjelasan dengan amsal tentang kebakaan yang menyusul setelah kemusnahan, untuk itu perlu kutulis buku lain.
Selama kau terikat dengan perkara-perkara dunia, kau tak mungkin menempuh Jalan itu, tetapi bila dunia tak lagi mengikatmu, kau akan dapat memasukinya seperti dalam mimpi; tetapi mengetahui tujuannya, kau pun akan melihat manfaatnya.
Baca juga: RI Masuk 92% Negara di Dunia yang Ekonominya Krisis Terdampak Corona
Suatu benih diasuh di antara seratus pemeliharaan dan cinta sehingga ia dapat menjadi makhluk yang cerdas dan berkegiatan. Ia dididik dan diberi pengetahuan yang perlu. Kemudian maut datang dan segalanya terhapus, keagungannya tergulingkan.
Demikianlah suatu makhluk telah menjadi debu jalanan. Berkali-kali ia telah dimusnahkan; tetapi sementara itu, ia telah dapat mengetahui seratus rahasia yang sebelumnya tak pernah disadarinya, dan pada akhirnya ia mendapat kebakaan, dan beroleh kehormatan sebagai ganti kehinaan.
Baca juga: Amien Rais: Saya Melihat Komunisme Diberi Angin Kencang
Tahukah kau apa yang kaumiliki? Masuklah ke dalam dirimu sendiri dan renungkan ini. Selama kau tak menyadari kenihilanmu, dan selama kau tak meninggalkan kebanggaan diri, kesombongan dan cintadiri, kau tak akan dapat mencapai puncak kebakaan. Di Jalan itu kau tercampak dalam kehinaan dan terangkat dalam kehormatan.
Dan kini ceritaku pun selesai, tak ada lagi yang mesti kukatakan.
(mhy)
Lihat Juga :