Kisah Sufi Rahasia Para Pertapa: Ketika Darwis Mengupas Bawang

Rabu, 01 November 2023 - 14:30 WIB
loading...
Kisah Sufi Rahasia Para...
Kisah yang menggambarkan subyektivitas otak manusia ini dikutip dari buku pelajaran Asrar-i-Khilwatia Rahasia Para Pertapa,. Ilustrasi: Ist
A A A
Kisah ini dinukil dari buku "Kisah-Kisah Sufi, Kumpulan kisah nasehat para guru sufi selama seribu tahun yang lampau" karya Idries Shah yang diterjemahkan Sapardi Djoko Damono (Pustaka Firdaus, 1984).

Konon, ada sebuah kota yang memiliki dua jalan yang sejajar. Seorang darwis berjalan melewati salah satu jalan itu, dan ketika ia sampai di jalan kedua, orang-orang melihat matanya berlinang air mata. "Ada orang meninggal di jalan sebelah itu!" teriak seseorang, dan segera saja semua anak di sekitar daerah itu mendengar teriakan tersebut.

Yang sebenarnya terjadi adalah bahwa darwis itu telah mengupas bawang.

Baca juga: Kisah Sufi, Putri yang Tidak Patuh

Dalam sekejap, teriakan itu telah mencapai jalan pertama; dan orang-orang dewasa di kedua jalan itu menjadi sangat tertekan dan khawatir (sebab masyarakat di kedua jalan itu saling berhubungan) sehingga mereka takut menyelidiki lebih lanjut sebab musabab kehebohan itu.

Lalu, datanglah seorang bijaksana mencoba bertanya-jawab dengan orang-orang di kedua jalan itu, menanyakan mengapa mereka tidak saling bertukar informasi tentang kehebohan tersebut. Dalam keadaan bingung hingga tak tahu apa yang dikatakannya sendiri, beberapa orang berkata: "Yang kami tahu ada wabah mematikan di jalan sebelah."

Selentingan ini pun menyebar laksana jilatan api sehingga orang-orang di jalan yang ini berpikir bahwa orang-orang di jalan sana tertimpa bencana; demikian pula sebaliknya.

Bahkan ketika keadaan sudah sedikit lebih tenang, orang-orang di kedua jalan tersebut tetap memutuskan untuk pindah saja demi keselamatan. Demikianlah, kedua sisi kota itu akhirnya kosong ditinggalkan oleh penghuninya.

Baca juga: Kisah Sufi: Berharga dan Tak Berharga

Kini, berabad kemudian, kota itu sunyi; dan tidak jauh dari sana terdapat dua desa. Tiap desa itu mempunyai cerita sendiri tentang bagaimana pada masa lampau leluhur mereka pindah dari sebuah kota yang tertimpa bencana dan berhasil melarikan diri dari malapetaka tak dikenal.

Catatan

Dalam ajaran kejiwaannya, para Sufi menyatakan bahwa penyampaian pengetahuan secara biasa mudah menyebabkan kekeliruan karena adanya penambahan atau pengurangan dan ingatan yang salah; karenanya pengetahuan semacam itu tidak bisa dipergunakan sebagai pengganti persepsi langsung atas kenyataan.

Kisah yang menggambarkan subyektivitas otak manusia ini dikutip dari buku pelajaran Asrar-i-Khilwatia 'Rahasia Para Pertapa,' karangan Syeh Qalandar Syah, anggota Kaum Suhrawardi, yang meninggal tahun 1832. Makamnya di Lahore, Pakistan.

Baca juga: Kisah Sufi: Ketika Setan Kehilangan Pekerjaan
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Asal Muasal dan Sejarah...
Asal Muasal dan Sejarah Perintah Zakat, Simak Biar Lebih Paham!
Inilah Asal-Usul Bacaan...
Inilah Asal-Usul Bacaan Lafaz Niat Puasa Ramadan
Kisah Hikmah : Rumah...
Kisah Hikmah : Rumah dan Tamunya yang Mencari Jalan
Sejarah Hari Santri:...
Sejarah Hari Santri: Dari Resolusi Jihad hingga Penetapan 22 Oktober sebagai Hari Bersejarah
Kisah Hikmah : Roti...
Kisah Hikmah : Roti dan Permata, Ketika Takdir Telah Campur Tangan
Rekomendasi
Fenomena Alam Besar...
Fenomena Alam Besar Bakal Terjadi, Bintang-bintang Berukuran Besar Memuntahkan Bebatuan
Malam Ini Puncak Hujan...
Malam Ini Puncak Hujan Meteor Eta Aquarid, Bisa Dilihat di Indonesia?
Lagi-lagi Batu Berbentuk...
Lagi-lagi Batu Berbentuk Ular Raksasa Tiba-tiba Muncul di Sungai
Artikel Terkini
Teladan Rasulullah SAW...
Teladan Rasulullah SAW kepada Tetangga: Akhlak Mulia yang Tetap Relevan hingga Kini
5 Adab Bertetangga dalam...
5 Adab Bertetangga dalam Islam, Lengkap dengan Dalilnya
Orang yang Mengganggu...
Orang yang Mengganggu Tetangganya Bukan Mukmin, Ini Dalil Hadis dan Penjelasan Ulama
Butuh 7 Hari, CQF Bangun...
Butuh 7 Hari, CQF Bangun Masjid Pertama Asmaul Husna di Aceh Tamiang
Kasus Teror Tetangga...
Kasus Teror Tetangga Viral, Begini Hak Tetangga Menurut Al-Qur'an dan Hadis
Mengapa Surat Al-Fatihah...
Mengapa Surat Al-Fatihah Disebut Induk Al-Qur'an? Ini Makna dan Keistimewaannya
Infografis
Abu Musa Jabir Bin Hayyan,...
Abu Musa Jabir Bin Hayyan, Ilmuwan Islam di Bidang Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved