Apa Hukum Menambah Kata Sayyidina pada Bacaan Shalawat?
Jum'at, 09 Oktober 2020 - 09:05 WIB
"Barangsiapa membuat kebohongan atas nama saya, maka hendaklah, ia menempati tempatnya di neraka." (Baca Juga: Adab Bersalawat yang Diajarkan Habib Umar bin Hafizh )
Dalam Buku 77 Tanya-Jawab Seputar Shalat karya Ustaz Abdul Somad (UAS) juga disebutkan bahwa Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi'i menganjurkan mengucapkan "Sayyidina" pada bacaan Shalawat karena memberikan tambahan pada riwayat adalah salah satu bentuk adab, maka lebih utama dilakukan daripada ditinggalkan.
Adapun dalil menyebut "Sayyidina" sebelum nama Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم disebutkan dalam Al-Qur'an: "Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul di antara kamu seperti panggilan sebahagian kamu kepada sebagian (yang lain)..." (QS. An-Nur: Ayat 63).
(Baca Juga: Hukum Mengucap Sayyidina Saat Menyebut Nama Nabi )
Wallahu A'lam
Dalam Buku 77 Tanya-Jawab Seputar Shalat karya Ustaz Abdul Somad (UAS) juga disebutkan bahwa Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi'i menganjurkan mengucapkan "Sayyidina" pada bacaan Shalawat karena memberikan tambahan pada riwayat adalah salah satu bentuk adab, maka lebih utama dilakukan daripada ditinggalkan.
Adapun dalil menyebut "Sayyidina" sebelum nama Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم disebutkan dalam Al-Qur'an: "Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul di antara kamu seperti panggilan sebahagian kamu kepada sebagian (yang lain)..." (QS. An-Nur: Ayat 63).
(Baca Juga: Hukum Mengucap Sayyidina Saat Menyebut Nama Nabi )
Wallahu A'lam
(rhs)
Lihat Juga :