Kelompok Sufi, Ketika Kematian Bukan Kematian, dan Kamar Pinjaman
Senin, 12 Oktober 2020 - 12:49 WIB
Ketika seorang guru meninggalkan komunitas, karena meninggal atau sebab lain, mungkin kegiatannya diharapkan untuk dilanjutkan -- atau mungkin pula tidak. Merupakan suatu ketamakan orang awam, kalau mereka selalu menganggap bahwa kelanjutan tersebut memang diinginkan. Merupakan kebodohan relatif mereka, kalau tidak dapat melihat sebuah kelanjutan, jika mengambil bentuk lain daripada bentuk sederhana.
Ketika Kematian Bukan Kematian
Seorang laki-laki diyakini telah meninggal, dan disiapkanlah penguburan, ketika itu ia bangun kembali.
Laki-laki itu kemudian duduk, tetapi tampak sangat terkejut melihat pemandangan sekitarnya, dan pingsan lagi. Kemudian ia dimasukkan dalam keranda, dan upacara pemakaman dimulai.
Baca juga: Penulis Klasik Hakim Jami' dalam Jalan Sufi Idries Shah
Ketika mereka tiba di kuburan, ia sadar lagi, mengangkat penutup keranda dan berteriak minta tolong.
"Tidak mungkin ia hidup lagi," ujar para pelayat. "Karena ia sudah dinyatakan meninggal oleh ahli yang berwenang."
"Tetapi aku hidup!" teriak laki-laki tersebut.
Ia pun lalu minta tolong kepada seorang ilmuwan dan ahli hukum ternama yang ikut hadir.
"Sebentar," ujar sang ilmuwan. Kemudian ia berbalik kepada para pelayat, dan menghitung mereka. "Sekarang, kita sudah mendengar sebuah pernyataan kematian. Kalian, limapuluh saksi mata, katakan kepadaku apa yang kalian anggap benar!"
Ketika Kematian Bukan Kematian
Seorang laki-laki diyakini telah meninggal, dan disiapkanlah penguburan, ketika itu ia bangun kembali.
Laki-laki itu kemudian duduk, tetapi tampak sangat terkejut melihat pemandangan sekitarnya, dan pingsan lagi. Kemudian ia dimasukkan dalam keranda, dan upacara pemakaman dimulai.
Baca juga: Penulis Klasik Hakim Jami' dalam Jalan Sufi Idries Shah
Ketika mereka tiba di kuburan, ia sadar lagi, mengangkat penutup keranda dan berteriak minta tolong.
"Tidak mungkin ia hidup lagi," ujar para pelayat. "Karena ia sudah dinyatakan meninggal oleh ahli yang berwenang."
"Tetapi aku hidup!" teriak laki-laki tersebut.
Ia pun lalu minta tolong kepada seorang ilmuwan dan ahli hukum ternama yang ikut hadir.
"Sebentar," ujar sang ilmuwan. Kemudian ia berbalik kepada para pelayat, dan menghitung mereka. "Sekarang, kita sudah mendengar sebuah pernyataan kematian. Kalian, limapuluh saksi mata, katakan kepadaku apa yang kalian anggap benar!"
Lihat Juga :