Memandang Rasulullah Sebagai Manusia Biasa, Itu Pandangan Jahiliyah

Selasa, 27 Oktober 2020 - 10:10 WIB
3. Kaum Tsamud menghina Nabi Shalih dengan menyebutnya sebagai "manusia biasa" (Surah As-Syu'ara: 154):

مَا أَنتَ إِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُنَا فَأْتِ بِآيَةٍ إِن كُنتَ مِنَ الصَّادِقِينَ

4. Ashabul Aikah mengumpat Nabi Syuaib dengan menyebutnya sebagai "manusia biasa" (Surah As-Syu'ara: 147)

وَمَا أَنتَ إِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُنَا وَإِن نَّظُنُّكَ لَمِنَ الْكَاذِبِينَ. لشعراء : ١٨٦

5. Kaum musyrikin menghina Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم karena Nabi makan dan berjalan di pasar sebagaimana manusia biasa. (Surah Al-Furqon: 7):

وَقَالُوا مَالِ هَٰذَا الرَّسُولِ يَأْكُلُ الطَّعَامَ وَيَمْشِي فِي الْأَسْوَاقِ ۙ لَوْلَا أُنزِلَ إِلَيْهِ مَلَكٌ فَيَكُونَ مَعَهُ نَذِيرًا. الفرقان : ٧

As-Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki mengatakan: " Muhammad itu adalah manusia, namun bukan seperti manusia biasa lainnya, karena Ia bagaikan batu mulia merah Rubi (merah delima) dibanding sembarang batu lainnya."

(Baca Juga: 14 Keistimewaan Nabi Muhammad yang Tidak Dimiliki Manusia Lain )

Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم juga menyatakan bahwa Beliau adalah penghulu anak Adam. Beliau bersabda:

أَنَا سَيِّدُ وَلَدِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَوَّلُ مَنْ يَنْشَقُّ عَنْهُ الْقَبْرُ وَأَوَّلُ شَافِعٍ وَأَوَّلُ مُشَفَّعٍ
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!