Apakah Kita Sudah Benar-benar Mencintai Rasulullah SAW?

Rabu, 04 November 2020 - 20:39 WIB
Cinta Sahabat kepada Rasulullah SAW bukan sebatas ucapan. Mereka berjuang memuliakan Islam dan menebarkan akhlak mulia demi menyenangkan Baginda Nabi. Foto/Ist
Mencintai Baginda Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم merupakan kewajiban bagi orang-orang beriman sebagaimana sabda beliau: "Tidak beriman seseorang di antara kalian sebelum aku lebih dicintainya daripada dirinya sendiri, orang tuanya, anaknya dan seluruh manusia." (HR. Al-Bukhari-Muslim)

Pertanyaannya, apakah kita sudah benar-benar mencintai Baginda Rasulullah صلى الله عليه وسلم? Saat ini dunia dihebohkan dengan penerbitan karikatur Nabi yang mulia oleh majalah Prancis. Kejadian ini pun menyulut kemarahan umat Islam di dunia termasuk di Indonesia. Gelombang unjuk rasa terjadi di mana-mana. (Baca Juga: Mengenal Rasulullah SAW Lebih Dekat, Berikut Biografinya )

Menyikapi ini, ada pesan menarik disampaikan Ulama kelahiran Madinah Syaikh Ali Jaber saat Maulid Nabi di Kantor DPP PKS Jakarta, Minggu (1/11/2020). Beliau mengatakan akan ada hikmah besar yang Allah hadirkan terkait penerbitan karikatur Baginda Rasulullah tersebut.

Syaikh Ali Jaber menceritakan bagaimana sikap Rasulullah صلى الله عليه وسلم ketika dihina dan dicacimaki, beliau tidak pernah membalas cacian itu. Terkait dengan diri Nabi sendiri beliau tidak pernah mengunggulkan dirinya. Justru beliau bersikap murah hati dan merendahkan hati. Itulah salah satu kelebihan Rasulullah صلى الله عليه وسلم.

"Jika betul-betul membela dan mencintai Nabi Muhammad , ayo buktikan dengan meneladani akhlak beliau. Jangan biarkan emosi menguasai diri kita. Kita harus sebarkan akhlak mulia Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم. Sebab, akhlak seseorang diuji ketika ia tertekan dalam ujian, tertekan dengan kehinaan dan musibah," kata Syeikh Ali Jaber.

Membangkitkan akhlak Rasulullah adalah bukti cinta dan pembelaan yang sesungguhnya. Mohon maaf mungkin kita tidak sadar telah menyakiti diri kita atau mungkin kita tidak sadar telah menyakiti Rasulullah صلى الله عليه وسلم karena tidak mengindahkan ajarannya.

Sebelumnya, Pimpinan Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid An-Nabawi Syaikh Abdul Rahman As-Sudais dalam khutbahnya mengatakan, hendaklah kaum muslimin bersikap tenang dan tenteram dalam menghadapi gelembung yang cepat berlalu, karena ia tidak akan memudharatkan kecuali pelakunya sendiri. Allah berfirman: "Jika kamu tidak menolongnya ( Muhammad ), sesungguhnya Allah telah menolongnya." [QS at-Taubah: 40]

Ulama kharismatik berkebangsaan Uni Emirat Arab Al-Habib Ali Al-Jufri juga memberi tanggapan terkait penerbitan karikatur Nabi yang dianggap telah menghina Islam . Habib Ali menjagak umat Islam untuk introspeksi diri, bukan marah dan memaki-maki sebagaimana dilakukan beberapa orang.

Menurut Habib Ali Al-Jufri , orang yang menggambar Nabi sejatinya mereka bukan menggambar Nabi, melainkan menggambar perbuatan kita yang tidak seperti ajaran dan akhlak Nabi. "Duhai Rasulullah , orang-orang bodoh yang menggambarmu, sejatinya bukan menggambarmu, melainkan menggambar apa yang mereka lihat pada diri kami, yang bertentangan dengan ajaran yang engkau bawa," kata Habib Ali Al-Jufri dikutip dari bincangsyariah.com.

Pernyataan Habib Ali Al-Jufri ini juga senada dengan tausiyah Ulama besar Yaman Al-Habib Umar bin Hafizh . Menurut Habib Umar, perbuatan semacam ini merupakan tindakan orang-orang bodoh yang tidak mengenal Islam dengan baik dan benar. Hal ini tentu menjadi PR bagi seluruh umat Islam untuk menebarkan citra Islam yang baik kepada semua orang. Kita bisa mengenalkan ajaran Islam yang baik dan ramah melalui akhlak dan keseharian kita. (Baca Juga: Seruan Syaikh As-Sudais Terkait Karikatur Nabi Muhammad )

Belajar dari Sahabat Nabi

Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan dalam kitab shahih-nya, dari Rabi'ah bin Ka'ab al-Aslamiy radhiallahu 'anhu, ia berkata: "Saya bermalam bersama Rasulullah صلى الله عليه وسلم (tidur depan pintu Nabi), lalu aku membawakan air wudhunya dan air untuk hajatnya, maka beliau bersabda kepadaku, 'Mintalah kepadaku.' Maka aku berkata, 'Aku meminta kepadamu agar aku menemanimu di surga'.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bertanya: 'Adakah selain itu'. Aku menjawab, "Itu saja". Maka beliau menjawab, "Bantulah aku untuk mewujudkan keinginanmu dengan banyak melakukan sujud (shalat)".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!