Resep Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani dalam Menempatkan Kebaikan dan Keburukan

Minggu, 22 November 2020 - 05:00 WIB
Mahaagung Dia, betapa pemurah dan penyayang Dia! Ia berfirman bahwa masuknya mereka ke dalam surga disebabkan oleh amal-amal mereka, sedang kemaujudan amal-amal mereka adalah berkat pertolongan dan kasih-sayang-Nya.

Nabi SAW bersabda: “Tiada seorang pun yang masuk ke dalam surga lantaran amal-amalnya sendiri.”

Ia ditanya: “Termasuk Anda, Ya Rasulullah?”

Ia berkata: “Ya, termasuk aku, jika Allah tak mengasihiku.”

Dalam berkata begini ia meletakkan tangannya di atas kepalanya. Ini diriwayatkan oleh Aisyah r.a.

"Nah, jika kau mematuhi perintah-perintah-Nya dan menghindari larangan-Nya, maka Dia akan melindungimu dari keburukan-Nya, menambah kebaikan-Nya bagimu, dan akan melindungimu dari segala keburukan, yang agamis dan duniawi," tutur Syaikh Abdul Qadir. (Baca juga: Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani: Cobaan Melemahkan Hewani dan Hawa Nafsu )

Mengenai keduniawian, Allah berfirman: “Demikianlah agar Kami palingkan darinya kemungkaran dan kekejian; sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba pilihan Kami,” (QS 12:24)

Dan mengenai agama, Ia berfirman: “Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur lagi beriman.” (QS 4:147)

Adakah bencana yang akan menimpa orang yang beriman lagi bersyukur? Sebab ia lebih dekat kepada keselamatan daripada bencana, sebab ia berada dalam kelimpahan, lantaran kebersyukurannya.

Allah berfirman: “Jika kamu bersyukur, tentu akan Kami lipatgandakan (nikmat-nikmat Kami) bagimu.” (QS 14:7)

Dengan demikian, keimananmu akan memadamkan api neraka, api siksaan bagi setiap pendosa. Adakah hal itu takkan memadamkan api bencana di kehidupan ini, Ya Tuhanku?

Dengan begini, segala musibah hanya akan melepaskannya dari kekejian hawa nafsu, dari kebertumpuan pada kehendak jasmani, dari kecintaan kepada orang, dan dari hidup bersama mereka. Maka dia diuji, hingga segala kelemahan ini lenyap darinya, dan hatinya tersucikan oleh ketiadaan semuanya itu, sehingga yang tertinggal di hati hanyalah keesaan Tuhan dan pengetahuan tentang kebenaran, dan menjadilah ia tempat curahan rahasia kegaiban, pengetahuan dan nur kedekatan. Sebab ia adalah sebuah rumah yang tiada ruang bagi selainnya. (Baca juga: Mimpi Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani tentang Setan Berjenggot )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!