Kisah Berkesan Bersama Habib Thahir Al-Kaff Dipertemukan Wali Mastur (4-Habis)

Senin, 07 Desember 2020 - 17:38 WIB
Beliau juga mengijazahkan kepada kami Shalawat Harian semacam Dalail Khairat yang menurut beliau shalawat itu beliau salin langsung dari Rasulullah , entah secara mimpi atau yaqzah (terjaga), wallahu A'lam. Tapi saya alfaqir sangat meyakini secara haqqul yaqin riwayat shalawat yang beliau terima dan salin dari Rasulullah صلى الله عليه وسلم, sebab bagi para awliya hal itu lazim terjadi.

Beliau memberikan buku kecil berisi shalawat harian itu dan menandatanganinya sendiri. Jadi, sanad ijazah itu langsung kami terima dari mualifnya. Dan Alhamdulillah, buku shalawat itu masih saya simpan sampai saat ini. Insya Allah, nanti al-faqir kembali ijazahkan dalam kelas bimbingan setelah selesai angkatan-angkatan kelas bimbingan dan pengijazahan Dalail Khairat.

Intinya, dari kejadian itu saya semakin meyakini bahwa Sayyid Muhammad Mukhtar bukanlah orang sembarangan. Jika hanya sekadar teman biasa, tentu tidak mungkin Al-Habib Thahir bela-belain mau menemui beliau dengan segala risiko yang mengancam jiwa dan keselamatan.

Nantinya, sewaktu di dalam mobil ketika perjalanan pulang kembali ke hotel, Habib Thahir menerangkan bahwa orang yang barusan kami temui itu merupakan seorang Waliyullah yang mastur atau tersembunyi maqamnya. Masya Allah!!

Terakhir, sebelum pulang, Sayyid Mukhtar langsung bertanya pada saya, "Enta hafizh Qur'an?! Kamu ini hafal Qur'an kan?" [Baca Juga: Kisah Berkesan Bersama Habib Thahir Al-Kaff Dipertemukan Wali Mastur (1) ]

Tentu saja, saya terperanjat dengan pertanyaan itu. Saya menunduk malu. Saya bilang, "Belum Shaikh!" Namun, beliau seakan memaksa dengan penekanan, "Enta hafidz Qur'an!"

"Saya bilang belum, syaikh!"

Waktu dalam perjalanan pulang, di dalam mobil, saya tanya pada Habib Thahir apa maksud dari pertanyaan Sayyid Mukhtar itu.

Habib Thahir bilang itu sindiran para wali yang menegur orang yang meninggalkan muraja'ah hapalan Al-Qur'an agar kembali menghapalkan Al-Qur'an . Beliau seorang yang kasyaf. Masya Allah.

Ternyata, kondisi saya sewaktu itu benar, disebabkan kesibukan bekerja, saat itu saya jarang muraja'ah. Astaghfirullah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!