Berperangai Buruk kepada Suami, Dosa Besar yang Sering Diremehkan

Senin, 07 Desember 2020 - 20:01 WIB
Nabi Shallallahu alaihi wa sallam pernah meminta perlindungan kepada Allah dari istri yang berperangai buruk kepada suaminya. Foto ilustrasi/ist
Seorang istri yang taat kepada suami dalam hal yang makruf dan bukan kemaksiatan kepada Allah Ta'ala termasuk kewajiban utama bagi mereka. Ia harus menunaikannya dengan sesempurna mungkin dan sebaik-baiknya. Sehingga akan kokohlah kehidupan rumah tangga dan luruslah kehidupan suami istri ini.

(Baca juga : Menanamkan Jiwa Kreatif Anak Sesuai Syariat )

Sebaliknya, bila seorang istri yang berbuat maksiat di rumahnya, ia laksana setan yang berada di sarangnya. Hal tersebut hanya akan mengeruhkan umur, menyesakkan dada, dan membuat aib dalam kehidupan. Jadi, perbuatan tersebut hanya akan melenyapkan kebahagiaan dan mendatangkan kebinasaan, menghilangkan ketenangan hidup dan menjadi sumber kepayahan.

Dikutip dari kitab 'Mukhalafat Nisaiyyah, 100 Mukhalafah Taqa’u Fiihal Katsir Minan Nisa’ Bi Adillatiha Asy-Syar’iyyah' karya Abdul Lathif bin Hajis Al-Ghomidi, dijelaskan bahwa Nabi Shallallahu alaihi wa sallam pernah meminta perlindungan kepada Allah dari istri semacam itu. Istri yang berperangai buruk kepada suaminya.

(Baca juga : Penjelasan Al-Qur'an dan Doa Nabi Tentang Angin Kencang )

Dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu diriwayatkan bahwa ia berkata, salah satu doa yang dipanjatkan oleh Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wa sallam- adalah :

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ جَارِ السُّوءِ وَمِنْ زَوْجٍ تُشَيِّبُنِي قَبْلَ الْمَشِيبِ وَمِنْ وَلَدٍ يَكُونُ عَلَيَّ رِبًا وَمِنْ مَالٍ يَكُونُ عَلَيَّ عَذَابًا وَمِنْ خَلِيلٍ مَاكِرٍ عَيْنَهُ تَرَانِي وَقَلْبُهُ تَرْعَانِي إِنْ رَأَى حَسَنَةً دَفَنَهَا وَإِذَا رَأَى سَيِّئَةً أَذَاعَهَا

Ya Allah, aku berlindung diri kepadaMu dari tetangga yang jahat, dari istri yang menjadikanku beruban sebelum waktunya, dari anak yang memposisikan dirinya sebagai tuan bagi diriku, dari harta yang menjadi azab bagiku dan dari teman yang berbuat makar, di mana matanya melihatku, namun hatinya selalu mengamat-ngamatiku, jika melihat kebaikan pada diriku disimpannya, namun jika melihat kejelekan disebarkannya (Dikeluarkan oleh Thabrani dalam ad-Du’a dan Dailami dalam Musnadul Firdaus. Lihat As-Silsilatus Shahihah (I-VII/377) (3137)

(Baca juga : Pentingnya Sikap Kehati-hatian )

Dalam riwayat lain yakni, dari Sa’ad diriwayatkan bahwa ia berkata Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!