Sebuah Ceria Ajaran: Topi Ajaib di Negeri Ghaib
Senin, 14 Desember 2020 - 14:44 WIB
Muncullah suara ribut dan menderu, dan Kasjan menemukan dirinya berada di Negeri Ghaib di atas Negeri Ghaib. Di sana terdapat sang putri ditemani sosok ruh mengerikan. Mereka berjalan menembus hutan pepohonan dan bebatuan yang indah. Kasjan mematahkan sebuah pohon permata jade dengan buah-buah berlian. Kemudian mereka berjalan melintasi kebun tanaman yang tidak dikenal, keindahannya tiada tara.
Kasjan menaruh beberapa benih di dalam kantong. Akhirnya, mereka berdiri di sisi danau dengan alang-alang pedang berkilauan. "Inilah pedang-pedang yang dapat membunuh ruh seperti aku," ujar ruh tersebut kepada sang putri, "tetapi hanya orang yang bernama Kasjan yang dapat melakukannya, karena sudah diramalkan."
Mendengar ini, Kasjan segera melangkah maju, mengambil sebilah dari hamparan 'pedang' alang-alang tersebut, lalu memenggal kepala ruh tersebut. Ia menarik sang putri dan mendudukkannya di atas permadani. Mereka langsung kembali ke istana Raja Balkh, di Khurasan.
Kasjan membawa sang putri ke depan raja, membangunkan raja dari tidurnya, dengan hati-hati. "Yang Mulia," katanya, "ini putri Anda, hamba telah menyelamatkannya dari cengkeraman setan dengan cara tertentu." (Baca juga: Cerita Ajaran: Perusakan Sebuah Kota dan Kuda Ajaib )
Ia menceritakan semua yang telah terjadi pada mereka, mengeluarkan butiran batu permata dan benih sebagai bukti. Setelah dibebaskan, Kasjan hendak dinikahkan dengan sang putri. Tetapi, Kasjan minta izin dulu untuk pergi beberapa saat, terbang di atas permadani mencari saudaranya, Jankas.
Jankas tengah tidur dalam sebuah kafilah, karena ia hanya dapat memperoleh pekerjaan sebagai guru di seminari, upahnya sangat rendah. Ketika mereka ke istana, sang putri tiba-tiba jatuh cinta melihat kegagahan Jankas, dan memutuskan ingin menikahinya sebagai pengganti Kasjan.
"Hal ini tepat seperti yang aku harapkan," ujar Kasjan dan sang raja bersamaan. Setelah itu mereka hidup bahagia selamanya; kerajaan dikendalikan Jankas dan permaisurinya, sementara raja Balkh dan Kasjan pergi bersama-sama, dengan permadani terbang menuju Negeri Ghaib di atas Negeri Ghaib yang sekarang menjadi sekutu kerajaan.
===
Dinukil dari Idries Shah dalam The Way of the Sufi dan telah diterjemahkan Joko S. Kahhar dan Ita Masyitha dengan judul Jalan Sufi: Reportase Dunia Ma'rifat .
Kasjan menaruh beberapa benih di dalam kantong. Akhirnya, mereka berdiri di sisi danau dengan alang-alang pedang berkilauan. "Inilah pedang-pedang yang dapat membunuh ruh seperti aku," ujar ruh tersebut kepada sang putri, "tetapi hanya orang yang bernama Kasjan yang dapat melakukannya, karena sudah diramalkan."
Mendengar ini, Kasjan segera melangkah maju, mengambil sebilah dari hamparan 'pedang' alang-alang tersebut, lalu memenggal kepala ruh tersebut. Ia menarik sang putri dan mendudukkannya di atas permadani. Mereka langsung kembali ke istana Raja Balkh, di Khurasan.
Kasjan membawa sang putri ke depan raja, membangunkan raja dari tidurnya, dengan hati-hati. "Yang Mulia," katanya, "ini putri Anda, hamba telah menyelamatkannya dari cengkeraman setan dengan cara tertentu." (Baca juga: Cerita Ajaran: Perusakan Sebuah Kota dan Kuda Ajaib )
Ia menceritakan semua yang telah terjadi pada mereka, mengeluarkan butiran batu permata dan benih sebagai bukti. Setelah dibebaskan, Kasjan hendak dinikahkan dengan sang putri. Tetapi, Kasjan minta izin dulu untuk pergi beberapa saat, terbang di atas permadani mencari saudaranya, Jankas.
Jankas tengah tidur dalam sebuah kafilah, karena ia hanya dapat memperoleh pekerjaan sebagai guru di seminari, upahnya sangat rendah. Ketika mereka ke istana, sang putri tiba-tiba jatuh cinta melihat kegagahan Jankas, dan memutuskan ingin menikahinya sebagai pengganti Kasjan.
"Hal ini tepat seperti yang aku harapkan," ujar Kasjan dan sang raja bersamaan. Setelah itu mereka hidup bahagia selamanya; kerajaan dikendalikan Jankas dan permaisurinya, sementara raja Balkh dan Kasjan pergi bersama-sama, dengan permadani terbang menuju Negeri Ghaib di atas Negeri Ghaib yang sekarang menjadi sekutu kerajaan.
===
Dinukil dari Idries Shah dalam The Way of the Sufi dan telah diterjemahkan Joko S. Kahhar dan Ita Masyitha dengan judul Jalan Sufi: Reportase Dunia Ma'rifat .
(mhy)
Lihat Juga :