Sunan Kalijaga (4): Dari Pakaian Takwa Sampai Suluk Linglung

Rabu, 16 Desember 2020 - 13:30 WIB
Sunan Kalijaga dengan kegigihannya mampu mewarisi ilmu yang telah diajarkan dari Sunan Bonang, kemudian Sunan Kalijaga melanjutkan pengembaraanya dengan berguru kepada Sunan Ampel dan Sunan Giri. (Baca juga: Kisah Sunan Ampel (2): Sesepuh Wali Songo yang Sangat Toleran )

Dia juga berguru ke Pasai dan berdakwah di wilayah Semenanjung Malaya hingga wilayah Patani di Thailand Selatan. Menurut Ahmad Chodjim setelah beberapa tahun berguru di Pasai dan berdakwah di wilayah Patani, Sunan Kalijaga kembali ke Jawa.

Suluk Linglung

Sri Rejeki mengatakan Sunan Kalijaga banyak meninggalkan karya sastra yang mengandung ajaran akidah -akhlak, tasawuf , pendidikan, psikoterapi dan sebagainya dalam beberapa serat maupun suluk.

Kandungan dari serat-serat dan suluk-suluk tersebut memiliki tingkat prioritas yang unik dan membedakan antara satu sama lain.

Karya Sunan Kalijaga yang berbentuk suluk adalah tentang Suluk Linglung , menjelaskan tentang salah satu pencapain Sunan Kalijaga yang paling tinggi, perjalanan spiritual Sunan Kalijaga terjelaskan di dalam karya ini.

Suluk Linglung adalah suatu karya sastra yang diabadikan sebagai salah satu ungkapan sejarah tentang Sunan Kalijaga. Berisi tentang cerita dan kisah Sunan Kalijaga ketika menjadi berandal dan kemudian bertemu dengan Sunan Bonang dan akhirnya berguru dengan guru sejati yaitu Nabi Khidir .

Perjalanan kisah pencarian iman hidayat dan hidayatullah yang dilakukan oleh Sunan Kalijaga merupakan suatu kisah yang menimbulkan detak kagum bagi seseorang. Sunan Kalijaga yang menjadi berandal dapat takluk di tangan Sunan Bonang menjadi seorang wali. (Baca juga: Kisah Sunan Ampel (1): Dari Champa Menuju Majapahit Ajarkan Falsafah Molimo )

Suluk Linglung telah mencerminkan sikap kāffahnya Sunan Kalijaga terhadap ajaran Islam, yang tidak lagi menentang syari‟at Islam seperti pada masa mudanya.

Dijelaskan di dalam Suluk Linglung bahwa yang ingin dicapai oleh Sunan Kalijaga adalah iman hidayat. Dijelaskan tentang takwa bahwa kondisi puncak yang ingin dicapai oleh umat Islam. Semua tuntunan ibadah di dalam Islam ditujukan untuk memperoleh derajat takwa. Pengertian takwa lebih jelas dibandingkan dengan iman hidayat, demikian pula tuntunan untuk mencapainya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!