Sejarah Kemunafikan di Zaman Nabi dan 4 Ciri Orang Munafik

Minggu, 20 Desember 2020 - 22:04 WIB
Rasulullah صلى الله عليه وسلم telah mengingatkan umat muslim akan bahaya sifat munafik. Penyakit ini selain mencelakai diri sendiri juga membawa keburukan bagi orang lain.

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا ، عَنِ النَّبيِّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، قَالَ : أَربعٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ كَانَ مُنَافِقاً ، وَإِنْ كَانَتْ خَصْلَةٌ مِنْهُنَّ فِيْهِ كَانَتْ فِيْهِ خَصْلَةٌ مِنَ النِّفاقِ حَتَّى يَدَعَهَا : مَنْ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ ، وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ ، وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ خَرَّجَهُ البُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ

Dari 'Abdullah bin 'Amr radhiyallahu 'anhuma, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, "Ada empat tanda seseorang disebut munafik. Jika salah satu perangai itu ada, ia berarti punya watak munafik sampai ia meninggalkannya. Empat hal itu adalah: (1) jika berkata, berdusta; (2) jika berjanji, tidak menepati; (3) jika berdebat, ia berpaling dari kebenaran; (4) jika membuat perjanjian, ia melanggar perjanjian (mengkhianati)." (HR Al- Bukhari dan Muslim)

1. Jika Berkata Dia Dusta

Rasulullah memerintahkan umatnya berkata yang baik, yaitu jujur dalam memberitakan sesuatu sesuai hakikatnya. Berdusta termasuk salah satu perbuatan terkutuk, tercela, dan termasuk deretan dosa-dosa besar. Allah berfirman: "Terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta." (QS Adz-Dzariyat Ayat 10)

Dalam satu hadis dari Abdullah bahwa Nabi bersabda, "Seorang senantiasa berbohong dan memilih bohong sehingga ia dicatat di sisi Allah sebagai pembohong." (HR Al-Bukhari)

2. Jika Berjanji Dia Tidak Menepati

Mengingkari janji termasuk perbuatan tercela dan salah satu tanda kemunafikan. Seseorang yang ingkar janji tidak bisa memegang perkataannya sendiri dan tidak pernah menepati janji yang sudah diberikan ke banyak orang. Allah berfirman: "Dan penuhilah janji, sesungguhnya janji itu pasti dimintai pertanggungjawabannya." (QS Al-Isra Ayat 34)

3. Jika Berdebat Dia Berpaling dari Kebenaran

Hal yang dimaksud dengan Al-Fujuur di sini adalah keluar dari kebenaran secara sengaja. Dia menjadikan yang benar menjadi keliru dan yang keliru menjadi benar. Ini yang membawanya kepada dusta. Dalam hadis disebutkan: "Sesungguhnya orang yang paling dibenci oleh Allah adalah penantang yang paling keras." (HR Al-Bukhari, Muslim)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!