Kisah Sunan Gresik: Ketika Raja Gedah Membujuk Raja Brawijaya Memeluk Islam
Kamis, 24 Desember 2020 - 16:39 WIB
Hal tersebut juga sejalan dengan Babad Gresik I karya Soekarman (1990) yang juga menyampaikan kedatangan Syaikh Maulana Malik Ibrahim sebagai wali awal yang datang di wilayah Gresik:
“Yang awal datang ke Gresik adalah dua bersaudara keturunan Arab, Maulana Mahpur dan Maulana Malik Ibrahim dan tetuanya Sayid Yusuf Maghribi beserta 40 pengiring," tulisnya.
Syaikh Maulana Malik Ibrahim juga disebutkan dalam cerita lokal masyarakat Gresik, datang ke Kutaraja Majapahit, menghadap raja, dan mendakwahkan Islam pada Raja Majapahit. Namun Raja Majapahit belum mau masuk Islam, tetapi menerima beliau dan kemudian menganugerahinya sebidang tanah di kota Gresik dan kemudian dikenal dengan nama Desa Gapura (Baca juga: Raden Said, Mengguncang Istana dengan Bacaan Al-Qur'an )
Kedatangan Syaikh Maulana Malik Ibrahim pada Raja Majapahit tersebut tercatat dalam Babad Gresik I sebagai berikut:
“Maulana Mahpur dan Maulana Malik Ibrahim masih bersaudara dengan Raja Gedah (Kedah Malaysia). Mereka berlayar ke Jawa untuk menyebarkan agama sambil berda-gang. Mereka berlabuh di Gerwarasi atau Gresik pada 1293 J / 1371 M.
Soekarman juga menulis, rombongan menghadap Raja Majapahit Brawijaya, menyampaikan kebenaran agama Islam. Sang Raja menyambut baik kedatangan mereka tetapi belum berkenan masuk Islam. Lalu Maulana Malik Ibrahim diangkat oleh Raja Majapahit menjadi Syahbandar di Gresik dan diperbolehkan menyebarkan agama Islam pada siapa yang mau.
Berdasarkan kutipan dari Babad Gresik I tersebut dapat diketahui bahwa Syaikh Maulana Malik Ibrahim pergi menghadap Raja Brawijaya bersama saudaranya, Maulana Mahpur dan Raja Gedah untuk mendakwahkan ajaran Islam.
Akan tetapi ajakan tersebut ditolak oleh Raja Brawijaya. Babad Gresik I juga menyebutkan bahwa Raja Gedah bahkan memberikan tawaran akan menikahkan Raja Brawijaya tersebut dengan putrinya yang cantik bernama Dewi Siti Suwari dan memberikan buah Delima. Namun Raja Brawijaya tetap menolak untuk masuk Islam. (Baca juga: Takluknya Brandal Lokajaya kepada Sunan Bonang )
Hal tersebut dapat dilihat pada kutipan Babad Gresik I di bawah ini:
“Dalam usahanya menyebarkan agama Islam ini, maka Raja Gedah Sultan Mahmud Sadad Alam mengajukan sayembara kepada Raja Majapahit Brawijaya . Bahwa jika beliau masuk Agama Islam, akan diberikan hadiah delima dan dijodohkan dengan putri beliau yang cantik bernama Dewi Siti Suwari.
“Yang awal datang ke Gresik adalah dua bersaudara keturunan Arab, Maulana Mahpur dan Maulana Malik Ibrahim dan tetuanya Sayid Yusuf Maghribi beserta 40 pengiring," tulisnya.
Syaikh Maulana Malik Ibrahim juga disebutkan dalam cerita lokal masyarakat Gresik, datang ke Kutaraja Majapahit, menghadap raja, dan mendakwahkan Islam pada Raja Majapahit. Namun Raja Majapahit belum mau masuk Islam, tetapi menerima beliau dan kemudian menganugerahinya sebidang tanah di kota Gresik dan kemudian dikenal dengan nama Desa Gapura (Baca juga: Raden Said, Mengguncang Istana dengan Bacaan Al-Qur'an )
Kedatangan Syaikh Maulana Malik Ibrahim pada Raja Majapahit tersebut tercatat dalam Babad Gresik I sebagai berikut:
“Maulana Mahpur dan Maulana Malik Ibrahim masih bersaudara dengan Raja Gedah (Kedah Malaysia). Mereka berlayar ke Jawa untuk menyebarkan agama sambil berda-gang. Mereka berlabuh di Gerwarasi atau Gresik pada 1293 J / 1371 M.
Soekarman juga menulis, rombongan menghadap Raja Majapahit Brawijaya, menyampaikan kebenaran agama Islam. Sang Raja menyambut baik kedatangan mereka tetapi belum berkenan masuk Islam. Lalu Maulana Malik Ibrahim diangkat oleh Raja Majapahit menjadi Syahbandar di Gresik dan diperbolehkan menyebarkan agama Islam pada siapa yang mau.
Berdasarkan kutipan dari Babad Gresik I tersebut dapat diketahui bahwa Syaikh Maulana Malik Ibrahim pergi menghadap Raja Brawijaya bersama saudaranya, Maulana Mahpur dan Raja Gedah untuk mendakwahkan ajaran Islam.
Akan tetapi ajakan tersebut ditolak oleh Raja Brawijaya. Babad Gresik I juga menyebutkan bahwa Raja Gedah bahkan memberikan tawaran akan menikahkan Raja Brawijaya tersebut dengan putrinya yang cantik bernama Dewi Siti Suwari dan memberikan buah Delima. Namun Raja Brawijaya tetap menolak untuk masuk Islam. (Baca juga: Takluknya Brandal Lokajaya kepada Sunan Bonang )
Hal tersebut dapat dilihat pada kutipan Babad Gresik I di bawah ini:
“Dalam usahanya menyebarkan agama Islam ini, maka Raja Gedah Sultan Mahmud Sadad Alam mengajukan sayembara kepada Raja Majapahit Brawijaya . Bahwa jika beliau masuk Agama Islam, akan diberikan hadiah delima dan dijodohkan dengan putri beliau yang cantik bernama Dewi Siti Suwari.
Lihat Juga :