Macam-macam Puasa Sunnah dan Keutamaannya
Selasa, 29 Desember 2020 - 16:18 WIB
4. Puasa Asyura (10 Muharram)
Adapun puasa Hari Asyura yaitu hari kesepuluh di Bulan Muharram telah disebutkan dalam sebuah riwayat, bahwa puasa tersebut akan menghapuskan dosa setahun. Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah bersabda yang artinya: "Seutama-utama puasa setelah Ramadlan ialah puasa di bulan Muharram, dan seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu, ialah shalat malam." (HR Muslim)
5. Puasa Ayyamul Biidh (3 Hari Pertengahan Bulan Hijriyah)
Puasa sunnah yang sangat dianjurkan yaitu puasa tiga hari setiap bulannya. Banyak hadits yang meriwayatkan hal ini. Bahkan dalam keterangan pahalanya disebutkan, puasa ini pahalanya menyandi puasa sepanjang zaman.
Diriwayatkan, bahwa Baginda Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم tidak pernah meninggalkan puasa hari-hari Bidh, baik beliau ketika berada di dalam kota. maupun saat diperjalanan. Hari-hari Bidh adalah tanggal 13, 14 dan 15 di setiap bulan. Akan tetapi, apabila ia berpuasa selain hari-hari ini itu pun tidak mengapa, hanya saja hari-hari itu lebih baik. Sama halnya apabila ia berpuasanya tiga hari secara terpisah
Bagi yang rajin beribadah hendaknya tidak meninggalkan puasa tiga hari ini setiap bulannya Karena Ayyam al-bidh adalah puasa yang sangat ringan tetapi besar pahalanya, cukup bagimu mengenai keutamaannya ia menyamai puasa sepanjang zaman. Bahkan Nabi صلى الله عليه وسلم telah mewasiatkannya kepada sejumlah para sahabat-sahabatnya.
Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم bersabda, yang artinya: "Nabi Allah Nuh telah berpuasa sepanjang masa. Nabi Allah Daud berpuasa setengah masa, sehari berpuasa dan sehari berbuka. Nabi Allah Ibrahim berpuasa sepanjang masa dan berbuka pula sepanjang masa. Namun kita, berpuasa tiga hari setiap bulannya namun pahalanya setara dengan puasa mereka. Semoga Allah bershalawat kepada mereka semua."
6. Puasa Dawud
Puasa yang paling baik adalah puasa yang dilakukan oleh Nabi Allah Dawud 'alaihissalam yaitu sehari berpuasa dan sehari berhuka. Puasa ini lebih baik dari puasa sepanjang hidup sebagaimana yang diriwayatkan oleh berbagai hadis shahih.
Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali berkata: "Puasa Nabi Allah Dawudlebih berperan dalam melatih diri atau lebih kuat dalam melatihnya ketimbang puasa sepanjang masa." (Baca Juga: Puasa Daud dan Keutamaannya Bagi Perempuan)
7. Puasa Senin dan Kamis
Puasa sunnah yang juga dikerjakan Rasulullah adalah puasa Hari Senin dan Hari Kamis setiap minggunya. Amalan ini sangat besar pahalanya. Bahkan Nabi Muhammad selalu melakukannya jika tidak ada halangan. Hal ini sebagaimana sabda beliau berikut:
هما يومان فيهما الأعمال علي الله فأحب أن يعرض عملي وأنا صائم
"Dalam dua hari ini amal perbuatan ditampilkan kepada Allah, maka aku ingin amalanku dipaparkan sedangkan aku dalam keadaan berpuasa".
Adapun berpuasa di Hari Jumat juga dianjurkan karena keutamaannya, akan tetapi pelaksanaannya sangat dianjurkan agar digabung dengan puasa Hari Kamis atau Hari Sabtu karena ada riwayat tentang larangan Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم untuk mengkhususkannya berpuasa.
(Baca Juga: Keutamaan Puasa Sunnah Senin dan Lafaz Niatnya)
Sumber:
Nasihat dan Wasiat Imam Al-Haddad Jilid 1
Adapun puasa Hari Asyura yaitu hari kesepuluh di Bulan Muharram telah disebutkan dalam sebuah riwayat, bahwa puasa tersebut akan menghapuskan dosa setahun. Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah bersabda yang artinya: "Seutama-utama puasa setelah Ramadlan ialah puasa di bulan Muharram, dan seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu, ialah shalat malam." (HR Muslim)
5. Puasa Ayyamul Biidh (3 Hari Pertengahan Bulan Hijriyah)
Puasa sunnah yang sangat dianjurkan yaitu puasa tiga hari setiap bulannya. Banyak hadits yang meriwayatkan hal ini. Bahkan dalam keterangan pahalanya disebutkan, puasa ini pahalanya menyandi puasa sepanjang zaman.
Diriwayatkan, bahwa Baginda Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم tidak pernah meninggalkan puasa hari-hari Bidh, baik beliau ketika berada di dalam kota. maupun saat diperjalanan. Hari-hari Bidh adalah tanggal 13, 14 dan 15 di setiap bulan. Akan tetapi, apabila ia berpuasa selain hari-hari ini itu pun tidak mengapa, hanya saja hari-hari itu lebih baik. Sama halnya apabila ia berpuasanya tiga hari secara terpisah
Bagi yang rajin beribadah hendaknya tidak meninggalkan puasa tiga hari ini setiap bulannya Karena Ayyam al-bidh adalah puasa yang sangat ringan tetapi besar pahalanya, cukup bagimu mengenai keutamaannya ia menyamai puasa sepanjang zaman. Bahkan Nabi صلى الله عليه وسلم telah mewasiatkannya kepada sejumlah para sahabat-sahabatnya.
Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم bersabda, yang artinya: "Nabi Allah Nuh telah berpuasa sepanjang masa. Nabi Allah Daud berpuasa setengah masa, sehari berpuasa dan sehari berbuka. Nabi Allah Ibrahim berpuasa sepanjang masa dan berbuka pula sepanjang masa. Namun kita, berpuasa tiga hari setiap bulannya namun pahalanya setara dengan puasa mereka. Semoga Allah bershalawat kepada mereka semua."
6. Puasa Dawud
Puasa yang paling baik adalah puasa yang dilakukan oleh Nabi Allah Dawud 'alaihissalam yaitu sehari berpuasa dan sehari berhuka. Puasa ini lebih baik dari puasa sepanjang hidup sebagaimana yang diriwayatkan oleh berbagai hadis shahih.
Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali berkata: "Puasa Nabi Allah Dawudlebih berperan dalam melatih diri atau lebih kuat dalam melatihnya ketimbang puasa sepanjang masa." (Baca Juga: Puasa Daud dan Keutamaannya Bagi Perempuan)
7. Puasa Senin dan Kamis
Puasa sunnah yang juga dikerjakan Rasulullah adalah puasa Hari Senin dan Hari Kamis setiap minggunya. Amalan ini sangat besar pahalanya. Bahkan Nabi Muhammad selalu melakukannya jika tidak ada halangan. Hal ini sebagaimana sabda beliau berikut:
هما يومان فيهما الأعمال علي الله فأحب أن يعرض عملي وأنا صائم
"Dalam dua hari ini amal perbuatan ditampilkan kepada Allah, maka aku ingin amalanku dipaparkan sedangkan aku dalam keadaan berpuasa".
Adapun berpuasa di Hari Jumat juga dianjurkan karena keutamaannya, akan tetapi pelaksanaannya sangat dianjurkan agar digabung dengan puasa Hari Kamis atau Hari Sabtu karena ada riwayat tentang larangan Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم untuk mengkhususkannya berpuasa.
(Baca Juga: Keutamaan Puasa Sunnah Senin dan Lafaz Niatnya)
Sumber:
Nasihat dan Wasiat Imam Al-Haddad Jilid 1
(rhs)
Lihat Juga :