Karena Sombong, Sang Azazil yang Mulia menjadi Makhluk Terhina

Minggu, 03 Januari 2021 - 15:03 WIB
Iblis adalah makhluk Allah Taala yang awalnya sangat mulia, kemudian berubah jadi makhluk paling hina, karena kesombongannya. Foto ilustrasi/ist
Ini tentang kisah iblis . Salah satu makhluk yang Allah ciptakan jauh sebelum manusia ada. Menurut Imam Ibnu Katsir, awalnya, Iblis diciptakan sebagai salah satu makhluk Allah yang sangat mulia . Nama asli Iblis adalah Al Harits. Dinamakan demikian lantaran Iblis pernah menjadi penjaga surga . Sementara menurut pendapat lain, nama asli Iblis adalah Azazil yang berarti panggilan besar malaikat.

(Baca juga: 3 Klasifikasi Hati yang Membuat Manusia Gampang Berubah )

Dikutip dari kitab tafsir 'Marah Labid' karya Imam an-Nawawi Al Batani, dijelaskan bahwa konon sebelum Allah menciptakan Adam sebagai manusia pertama, Iblis pernah menjadi pemimpin para Malaikat (Sayyid Al Malaikat) dan Bendaharawan Surga (Khazin Al Jannah) selama lebih dari puluhan ribu tahun sebelum membangkang kepada Allah. Seperti Malaikat lain, Iblis dikarunia empat buah sayap yang amat besar.

Bahkan Iblis pernah hidup bersama para malaikat selama 80 ribu tahun. Ia juga pernah tawaf mengelilingi Arsy bersama Malaikat selama 14 ribu tahun. Walau demikian, lelah dan keluh kesah tak pernah dilontarakan oleh Iblis. Iblis selalu ikhlas dan ridha menjalankan perintah Allah. Niatnya lurus hanya untuk Allah semata.

(Baca juga: Ketika Ujian Mendapatkan Suami yang Tidak Saleh )

Karna sifatnya itu, Al Harist ini memiliki keutamaan yang membuatnya dihormato oleh para malaikat lain. Dari langit pertama hingga langit ketujuh, malaikat begitu menghormati Iblis layaknya seorang prajurit kepada komandannya. Begitulah nama Iblis santer oleh penduduk langit maupun bumi.

Bersama pasukannya, Iblis juga berhasil menumpas para jin yang dari bumi yang selalu berbuat kerusakan. Mereka mengejar para jin yang bersembunyi di dalam gunung dan laut.

Dengan segala karunia dan keberhasilannya tersebut, ternyata sang Azazil ini menyimpan kesombongan dalam hatinya. “Tidaklah sekali-kali Allah memberiku tugas ini, melainkan karena aku mempunyai kelebihan di atas para Malaikat,” ujarnya takabur.

(Baca juga: Pentingnya Berbaik Sangka Kepada Sesama Muslim )

Kesombongan tersebut tentu saja diketahui oleh Allah, namun tidak diketahui oleh Malaikat lainnya. Kemudian, puluhan ribu tahun berlalu hingga Allah menciptakan Adam. Sebagai makhluk Allah yang paling mulia, Allah meminta kepada seluruh hamba-Nya untuk bersujud kepada Adam dan keturunannya.

“Sujudlah kalian kepada Adam,” perintah Allah.

Lantas bersujudlah para Malaikat Allah kecuali Iblis. Hal tersebut ternyata karena Iblis merasa lebih baik daripada Adam.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!