Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani Menjawab Mereka yang Marah kepada Tuhan

Selasa, 05 Januari 2021 - 13:23 WIB
Hadrat Syaikh Abdul Qadir/Foto/Ilustrasi/Ist
Manusia disuruh meminta kepada Tuhan, bukan kepada manusia. Akan tetapi tak semua permintaan kita kepada Tuhan itu dikabulkan. Lalu, sebagian dari kita menjadi marah karenanya. (Baca juga: Nasehat Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani Agar Kian Dekat dengan Allah Ta'ala )


Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani dalam hal ini menasehati: Kenapa marah kepada Tuhan, karena doa-doa belum diterima?

"Bebas atau terikatkah engkau? Jika kau berkata bahwa kau seorang bebas, berarti kau tidak beriman. Jika kau bilang bahwa kau seorang budak, kubertanya, salahkah Tuhan menunda penerimaan doamu. Ragukah kau akan kearifan dan kasih-Nya kepadamu dan kepada seluruh ciptaan, dan akan pengetahuan-Nya tentang segala hal mereka? Kau salahkankah Dia?" ujarnya dalam kitab Futuh Al-Ghaib.

Jika kau tak menyalahkan-Nya dan menerima kearifanNya dalam menangguhkan penerimaan doamu, kata Syaikh, maka wajib bagimu bersyukur kepada-Nya, sebab Ia telah memilihkan yang terbaik bagimu.

Baca juga: Mencapai Ambang Pintu Kenabian, Menurut Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani

Jika kau salahkan Dia, berarti kau tak beriman, sebab kau menisbahkan kepada-Nya ketakadilan, dan mustahil Dia tak adil. Ingat, Dia adalah Pemilikmu, Pemilik segalanya. Sang pemilik berkuasa penuh atas milik-Nya.

Maka “Ketakadilan” tak layak bagi-Nya. Sebab ketakadilan ialah keikutcampuran dalam milikan orang lain, tanpa seizin pemiliknya.

Nah, jangan kesal terhadap-Nya, karena kehendak-Nya yang mewujud melaluimu meski tak kau sukai dan, secara lahiriah, merugikanmu, maka wajib bagimu bersyukur, bersabar, ridha kepada-Nya, dan mencampakkan kekesalan dan ketak-patuhan benak dan kedirianmu – halhal yang akan menyesatkanmu dari jalan Allah.

Wajib pula bagimu senantiasa berdoa, berbaik sangka terhadap-Nya, menanti saat-saat yang baik, yakin akan janji-Nya, menunjukkan sikap baik terhadap-Nya, bersesuaian dengan perintah-Nya, senantiasa mengesakan-Nya, segera melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauh dari melakukan hal-hal yang dilarangNya. (Baca juga: Begini Sikap Badal Jika Terkena Musibah Menurut Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani )

Dan, salahkan dirimu sendiri, yang berbuat kekejian dan ketakpatuhan terhadap-Nya, hal ini lebih baik. Nisbahkanlah ketakadilan kepada dirimu sendiri, hal ini lebih layak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!