Tingkatan Iman Manusia, Di Mana Posisi Kita?
Selasa, 19 Januari 2021 - 08:53 WIB
3. Iman Iyaan atau Ainul Yaqin
Keimanan berupa mengetahui Allah melalui pengawasan batin atau hati. Seseorang yang memiliki tingkat keimanan ini seolah-olah melihat Allah di tingkat maqam muraqabah atau derajat pengawasan hati. Sehingga Allah tidak hilang dan tidak ghaib sekejap pun dari mata batinnya.
Baca juga : Jadikan Gaya Hidup Sebagai Cerminan Ketakwaan
4. Iman Haq atau Haqqul Yaqin
Pada tingkatan ini, keimanan seseorang yang melihat Allah melalui batinnya. Menurut para ulama seseorang yang memiliki tingkatan iman ini yakni orang yang makrifat. Seseorang tersebut dapat melihat Allah dalam segala sesuatu. Tingkatan ini berada di maqam musyahadah.
"Orang dengan kategori keimanan ini terhijab dari makhluk Allah."
5. Iman Hakikat
Seseorang pada tingkatan iman ini hanya melihat Allah bahkan dirinya pun tak terlihat. Dirinya bahkan merasa lenyap karena Allah dan dimabuk oleh cinta kepada-Nya. Layaknya tenggelam dalam lautan dan tidak melihat adanya pantai sama sekali. Keimanan ini berada pada tingkat maqam fana.
Baca juga: Kapasitas Rumah Sakit Rujukan COVID-19 di Jakarta Tersisa 13%, Masyarakat Diminta Disiplin Terapkan 3M
Keimanan pada tingkat pertama dan kedua bisa dicapai oleh seseorang melalui pencarian dalil dan mempelajari sifat-sifat Allah. Namun, tingkatan keimanan ketiga, keempat, dan kelima merupakan keimanan yang dikhususkan oleh Allah untuk seseorang yang dia kehendaki.
"Seseorang wajib berada di dua level pertama. Sedangkan tiga level setelah itu adalah ilmu rabbani (anugerah ilahi) yang Allah berikan secara khusus kepada sejumlah hamba-Nya yang dikehendaki."
Semua keimanan tersebut memiliki derajat yang berbeda di hadapan Allah. Sejatinya sebagai seorang hamba-Nya tidak pantas apabila kita menilai keimanan orang lain. Ada baiknya apabila kita fokus untuk meningkatkan iman kita sendiri.
Baca juga: Ada Ratusan Ribu Pekerja Tidak Menikmati BLT Gaji, Menaker Buka-bukaan
Keimanan berupa mengetahui Allah melalui pengawasan batin atau hati. Seseorang yang memiliki tingkat keimanan ini seolah-olah melihat Allah di tingkat maqam muraqabah atau derajat pengawasan hati. Sehingga Allah tidak hilang dan tidak ghaib sekejap pun dari mata batinnya.
Baca juga : Jadikan Gaya Hidup Sebagai Cerminan Ketakwaan
4. Iman Haq atau Haqqul Yaqin
Pada tingkatan ini, keimanan seseorang yang melihat Allah melalui batinnya. Menurut para ulama seseorang yang memiliki tingkatan iman ini yakni orang yang makrifat. Seseorang tersebut dapat melihat Allah dalam segala sesuatu. Tingkatan ini berada di maqam musyahadah.
"Orang dengan kategori keimanan ini terhijab dari makhluk Allah."
5. Iman Hakikat
Seseorang pada tingkatan iman ini hanya melihat Allah bahkan dirinya pun tak terlihat. Dirinya bahkan merasa lenyap karena Allah dan dimabuk oleh cinta kepada-Nya. Layaknya tenggelam dalam lautan dan tidak melihat adanya pantai sama sekali. Keimanan ini berada pada tingkat maqam fana.
Baca juga: Kapasitas Rumah Sakit Rujukan COVID-19 di Jakarta Tersisa 13%, Masyarakat Diminta Disiplin Terapkan 3M
Keimanan pada tingkat pertama dan kedua bisa dicapai oleh seseorang melalui pencarian dalil dan mempelajari sifat-sifat Allah. Namun, tingkatan keimanan ketiga, keempat, dan kelima merupakan keimanan yang dikhususkan oleh Allah untuk seseorang yang dia kehendaki.
"Seseorang wajib berada di dua level pertama. Sedangkan tiga level setelah itu adalah ilmu rabbani (anugerah ilahi) yang Allah berikan secara khusus kepada sejumlah hamba-Nya yang dikehendaki."
Semua keimanan tersebut memiliki derajat yang berbeda di hadapan Allah. Sejatinya sebagai seorang hamba-Nya tidak pantas apabila kita menilai keimanan orang lain. Ada baiknya apabila kita fokus untuk meningkatkan iman kita sendiri.
Baca juga: Ada Ratusan Ribu Pekerja Tidak Menikmati BLT Gaji, Menaker Buka-bukaan
Lihat Juga :