Beda Pendapat Syaikh Abdul Qadir dengan Ulama Lain Soal Salat Wustha

Kamis, 11 Februari 2021 - 13:39 WIB
Ilustrasi/Ist
ADA enam perkara yang dirahasiakan Allah Ta'ala kapan terjadinya. Salah satunya adalah, Allah merahasiakan datangnya waktu salat Wustha . Hal tersebut dimaksudkan agar hamba-Nya bersungguh-sungguh mengikhtiarkannya. Sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya, salat Wustha merupakan salat paling utama di antara salat lima waktu.

Baca juga: Sejarah Diwajibkannya Salat, Awalnya Nabi Diajarkan 2 Rakaat Oleh Jibril


Allah berfirman: "Peliharalah segala salat (kalian) dan (peliharalah pula) salat Wustha. Berdirilah untuk Allah (dalam salat kalian) dengan khusyuk.’" (QS al-Baqarah [2] : 238).

Ada yang berpendapat bahwa yang dimaksud salat Wustha (salat yang di tengah-tengah) adalah salat Ashar. Tetapi, yang tahu persis hanya Allah Ta'ala. Sebagaimana diisyaratkan pada ayat ini “was shalâtul wustha”.

Menurut Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani dalam kitab Sir Al-Asrâr, maksud dari shalâh al wusthâ adalah salat kalbu karena kalbu berada di tengah badan; antara kanan dan kiri, atas dan bawah, juga menjelaskan rasa antara bahagia dan menderita.

Ada beberapa pendapat mengenai makna dari salâtul wustha. Allamah Faqih Imani dalam kitab tafsir "Nurul Qur’an" mengatakan bahwa shalâtul wustha adalah salat zuhur.

Baca juga: Fadhilah Salat Sunnah Awwabin Diganjar Pahala Ibadah 12 Tahun

Hal ini diperkuat dengan asbabun nuzul ayat tersebut. Ahmad, alBukhari, dalam tarikhnya, Abu Dawud, al-Baihaqi, Ibnu Jarir meriwayatkan dari Zaid Ibn Tsabit bahwa Nabi melakukan salat zuhur ketika terik matahari, dan ketika itu salat zuhur adalah salat yang paling berat bagi para sahabat. Maka turunlah ayat Al-Baqarah ayat 238.

Lain lagi pendapat Sayyid Qutub . Dalam Tafsir fi Zhilalil Qur’an, Sayyid Quthb, memaparkan salat wustha adalah salat ashar. Hal ini menurut beliau berdasarkan hadis: “Dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah dan Zuhair bin Harb dan Abu Kuraib mereka berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Muawiyah dari Al A’masy dari Muslim bin Shubaih dari Syutair bin Syakal dari Ali dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda pada perang Ahzab: Pasukan musuh benar-benar telah menyibukkan kita dari salat wustha (ashar), semoga Allah memenuhi rumah dan kuburan mereka dengan api. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan salat ashar di antara dua salat malam, yaitu diantara maghrib dan isya.” (H.R. Muslim).

Baca juga: Alhamdulillah! Ini Manfaat Salat Tahajud dalam Perspektif Medis
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!