Meraih Lailatul Qadar, Apakah Harus Begadang Semalam Suntuk?
Senin, 18 Mei 2020 - 03:20 WIB
Pilihan Sesuai Kemampuan
Para Ulama terdahulu memang tidak satu suara dalam hal ini. Apakah untuk mendapatkan kemuliaan malam Lailatul Qadar itu seseorang harus bangun sepanjang malam dan menghidupkannya dengan ibadah tanpa harus istirahat? Atau bisa hanya dengan salat isya’ dansubuh berjamaah, atau dengan salat tarawih seperti kebiasaan, atau hanya bangun di sebagian malam untuk salat Tahajjud. (Baca Juga: Iktikaf di Masa Wabah? Begini Penjelasan Ustaz Farid Nu'man)
Tapi harus diketahui, bahwa rahmat Allah itu sangat luas. Orang yang hanya menghidupkan sebagian kecil dari malamnya itu juga tentunyamendapat kemuliaan malam Lailatul Qadar , karena ia telah menghidupkan malamnya walau hanya sebentar. Tapi tentu saja pahala dan ganjaran yang didapat tidak sebanding dengan mereka-merekayang menghidupkan semalaman penuh tanpa tertidur.
Orang yang menghidupkan hanya sebagian kecil malamnya tentu saja merugi, karena ia melewatkan kesempatan dan pahala ibadah yangsangat agung yang telah Allah siapkan di 10 terakhir Ramadhan ini.(Baca Juga: Di Tengah Wabah, Meraih Lailatul Qadar Haruskah dengan I'tikaf?)
Wallahu A'lam
Para Ulama terdahulu memang tidak satu suara dalam hal ini. Apakah untuk mendapatkan kemuliaan malam Lailatul Qadar itu seseorang harus bangun sepanjang malam dan menghidupkannya dengan ibadah tanpa harus istirahat? Atau bisa hanya dengan salat isya’ dansubuh berjamaah, atau dengan salat tarawih seperti kebiasaan, atau hanya bangun di sebagian malam untuk salat Tahajjud. (Baca Juga: Iktikaf di Masa Wabah? Begini Penjelasan Ustaz Farid Nu'man)
Tapi harus diketahui, bahwa rahmat Allah itu sangat luas. Orang yang hanya menghidupkan sebagian kecil dari malamnya itu juga tentunyamendapat kemuliaan malam Lailatul Qadar , karena ia telah menghidupkan malamnya walau hanya sebentar. Tapi tentu saja pahala dan ganjaran yang didapat tidak sebanding dengan mereka-merekayang menghidupkan semalaman penuh tanpa tertidur.
Orang yang menghidupkan hanya sebagian kecil malamnya tentu saja merugi, karena ia melewatkan kesempatan dan pahala ibadah yangsangat agung yang telah Allah siapkan di 10 terakhir Ramadhan ini.(Baca Juga: Di Tengah Wabah, Meraih Lailatul Qadar Haruskah dengan I'tikaf?)
Wallahu A'lam
(rhs)
Lihat Juga :