7 Tanda Kebahagiaan di Dunia
Selasa, 23 Februari 2021 - 11:40 WIB
Bahagia artinya tenteram dan hati yang selalu nyaman. Bahagia tidak selamanya diukur dengan uang atau harta melainkan hati yang merasa ridha. Foto/ilustrasi santri.
Setiap orang pasti menginginkan kebahagiaan di dunia. Bahagia artinya senang, tenteram dan hati yang selalu nyaman. Bahagia tidak selamanya diukur dengan uang atau harta.
Islam menerjemahkan bahagia adalah hati yang merasa cukup. Sebagaimana saba Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم: "Yang namanya kaya (ghina’) bukanlah dengan banyaknya harta (atau banyaknya kemewahan dunia). Namun yang namanya ghina’ adalah hati yang selalu merasa cukup." (HR Al-Bukhari dan Muslim)
Baca Juga: Jauhi 12 Hal Ini Supaya Hidup Bahagia Dunia Akhirat
Sayyidina Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu, seorang sahabat Rasulullah yang setia melayani Rasulullah ditanya oleh para Tabi'in (generasi sesudah wafatnya Rasulullah) mengenai apa yang dimaksud dengan kebahagiaan dunia. Beliau menyebutkan ada 7 indikatornya:
1. Qolbun Syakirun (hati yang selalu bersyukur)
Artinya selalu merasa cukup (qona'ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan dan menerima apa adanya. Inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur.
2. Al-Azwaju Shalihah (pasangan hidup yang saleh/salehah)
Yaitu orang yang diberi karunia pasangan hidup yang saleh/salehah sehingga menciptakan suasana rumah dan keluarga yang sakinah.
3. Al-Auladun Abrar (anak yang saleh/salehah)
Memiliki anak yang saleh adalah kebahagiaan setiap orangtua. Doa anak yang soleh solehah kepada orang tuanya dikabulkan Allah dan berbahagialah orang tua yang memiliki anak soleh solehah.
4. Al-Biatu Solehah (lingkungan yang baik dan kondusif)
Rasulullah menganjurkan agar bergaul dengan orang-orang saleh/saleha yang selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan kita jika salah. Lingkungan yang baik akan membantu meningkatkan iman kita.
Islam menerjemahkan bahagia adalah hati yang merasa cukup. Sebagaimana saba Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم: "Yang namanya kaya (ghina’) bukanlah dengan banyaknya harta (atau banyaknya kemewahan dunia). Namun yang namanya ghina’ adalah hati yang selalu merasa cukup." (HR Al-Bukhari dan Muslim)
Baca Juga: Jauhi 12 Hal Ini Supaya Hidup Bahagia Dunia Akhirat
Sayyidina Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu, seorang sahabat Rasulullah yang setia melayani Rasulullah ditanya oleh para Tabi'in (generasi sesudah wafatnya Rasulullah) mengenai apa yang dimaksud dengan kebahagiaan dunia. Beliau menyebutkan ada 7 indikatornya:
1. Qolbun Syakirun (hati yang selalu bersyukur)
Artinya selalu merasa cukup (qona'ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan dan menerima apa adanya. Inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur.
2. Al-Azwaju Shalihah (pasangan hidup yang saleh/salehah)
Yaitu orang yang diberi karunia pasangan hidup yang saleh/salehah sehingga menciptakan suasana rumah dan keluarga yang sakinah.
3. Al-Auladun Abrar (anak yang saleh/salehah)
Memiliki anak yang saleh adalah kebahagiaan setiap orangtua. Doa anak yang soleh solehah kepada orang tuanya dikabulkan Allah dan berbahagialah orang tua yang memiliki anak soleh solehah.
4. Al-Biatu Solehah (lingkungan yang baik dan kondusif)
Rasulullah menganjurkan agar bergaul dengan orang-orang saleh/saleha yang selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan kita jika salah. Lingkungan yang baik akan membantu meningkatkan iman kita.
Lihat Juga :