5 Prinsip Ahlussunnah Waljamaah dalam Mengkritik Pemerintah
Senin, 08 Maret 2021 - 16:52 WIB
Habib Abdillah Bin Husein Baalawy dalam Kitabnya Is'adurrafiq menyatakan bahwa termasuk hal-hal yang diharamkan adalah setiap ucapan yang memicu seseorang untuk berbuat tidak baik, mencaci, menghina, jahat ataupun merusak. Terkait pemerintah yang melakukan kezaliman, Imam Abu Ja'far al-Thahawi di dalam kitabnya yang berjudul Al-Aqidah At-Thahawiyyah, menyatakan bahwa Ahlussunnah Waljamaah tidak memiliki konsep menggulingkan pemerintahan yang sah, meskipun mereka telah berbuat kezaliman.
Kelima, tidak memaksakan kritik terhadap pemerintah, dan bersikap sabar, seraya terus berdzikir dan bertaqarrub kepada Allah. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: "Siapa pun yang tidak menyukai sesuatu (kebijakan) dari Amirnya, maka bersabarlah. Karena siapa pun yang keluar sejengkal pun dari Sulthannya (kekuasaannya), maka -dikhawatirkan- dia mati dalam kondisi Jahiliyah." (HR Al-Bukhari)
Di hadits lain, Rasulullah صلى الله عليه وسلم juga bersabda: "Sesungguhnya kalian akan melihat pemimpin-pemimpin yang mementingkan kepentingan pribadi, maka bersabarlah hingga kelak kalian bertemu denganku (di akhirat)". (HR Al-Bukhari).
Allah berfiman dalam sebuah Hadis Qudsi, melalui sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم: "Akulah Allah. Tiada Tuhan selain Aku. Aku penguasa segala kerajaan dan Raja dari segala raja. Qalbu semua raja berada dalam genggaman-Ku. Dan sesungguhnya seluruh hamba, jika mereka mentaati-Ku, niscaya Aku akan menjadikan qalbu raja-raja mereka berbelas kasihan kepada mereka. Dan sesungguhnya jika hamba-hamba itu mendurhakai-Ku, niscaya Aku akan menjadikan qalbu raja-raja mereka, keras dan zalim, lalu menimpakan berbagai siksa ke atas mereka. Jangan bersusah payah untuk berdoa ke atas raja-raja itu disebabkan oleh kejahatan mereka, tetapi kerahkanlah diri kalian untuk berzikir dan taqarrub kepada-Ku, niscaya Aku akan lindungi kalian dari -kedzaliman raja-raja kalian." (Hadits riwayat Imam Ath-Thabrani)
Akhir kalam, kesimpulannya, bagi siapa saja yang mengabaikan kelima prinsip di atas maka dia bukanlah bagian dari aswaja yang sejati dan wajib hukumnya tidak bersama dan bergabung dengan mereka yang mengabaikan kelima prinsip ini dalam mengkritik pemerintah, sebagus apapun konsep dan narasi yang mereka usung.
Baca Juga: Pesan Rasulullah untuk Pejabat dan Ganjaran Bagi Pemimpin Adil
Wallahu A'lam
Kelima, tidak memaksakan kritik terhadap pemerintah, dan bersikap sabar, seraya terus berdzikir dan bertaqarrub kepada Allah. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: "Siapa pun yang tidak menyukai sesuatu (kebijakan) dari Amirnya, maka bersabarlah. Karena siapa pun yang keluar sejengkal pun dari Sulthannya (kekuasaannya), maka -dikhawatirkan- dia mati dalam kondisi Jahiliyah." (HR Al-Bukhari)
Di hadits lain, Rasulullah صلى الله عليه وسلم juga bersabda: "Sesungguhnya kalian akan melihat pemimpin-pemimpin yang mementingkan kepentingan pribadi, maka bersabarlah hingga kelak kalian bertemu denganku (di akhirat)". (HR Al-Bukhari).
Allah berfiman dalam sebuah Hadis Qudsi, melalui sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم: "Akulah Allah. Tiada Tuhan selain Aku. Aku penguasa segala kerajaan dan Raja dari segala raja. Qalbu semua raja berada dalam genggaman-Ku. Dan sesungguhnya seluruh hamba, jika mereka mentaati-Ku, niscaya Aku akan menjadikan qalbu raja-raja mereka berbelas kasihan kepada mereka. Dan sesungguhnya jika hamba-hamba itu mendurhakai-Ku, niscaya Aku akan menjadikan qalbu raja-raja mereka, keras dan zalim, lalu menimpakan berbagai siksa ke atas mereka. Jangan bersusah payah untuk berdoa ke atas raja-raja itu disebabkan oleh kejahatan mereka, tetapi kerahkanlah diri kalian untuk berzikir dan taqarrub kepada-Ku, niscaya Aku akan lindungi kalian dari -kedzaliman raja-raja kalian." (Hadits riwayat Imam Ath-Thabrani)
Akhir kalam, kesimpulannya, bagi siapa saja yang mengabaikan kelima prinsip di atas maka dia bukanlah bagian dari aswaja yang sejati dan wajib hukumnya tidak bersama dan bergabung dengan mereka yang mengabaikan kelima prinsip ini dalam mengkritik pemerintah, sebagus apapun konsep dan narasi yang mereka usung.
Baca Juga: Pesan Rasulullah untuk Pejabat dan Ganjaran Bagi Pemimpin Adil
Wallahu A'lam
(rhs)
Lihat Juga :