Istri yang Baik dan Tidak Baik Menurut Al-Qur'an
Jum'at, 12 Maret 2021 - 15:47 WIB
"Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang kafir, istri Nuh dan istri Luth. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang shalih di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, tetapi kedua suaminya itu tidak dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksaan) Allah; dan dikatakan (kepada kedua istri itu), "Masuklah kamu berdua ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka)." (QS. At-Tahrim Ayat 10)
Ustaz Marwan Hadidi bin Musa menerangkan, bahwa istri seorang Nabi tidak dijamin masuk surga, jika tidak beriman kepada Allah. Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang kafir bahwa menjadi istri Nabi itu tidak otomatis masuk surga apabila tidak beriman kepada Allah.
Seperti istri Nabi Nuh dan istri Nabi Lut 'alaihimussalam. Keduanya berkhianat kepada kedua suaminya. Istri Nabi Nuh menuduh suaminya gila dan istri Nabi Lut memberitahukan kehadiran para tamu ganteng kepada orang banyak yang homoseks, tetapi kedua suaminya itu tidak dapat membantu mereka sedikit pun untuk menyelamatkannya dari siksaan Allah karena kekufuran mereka.
Dan dikatakan kepada kedua istri Nabi itu di Aakhirat, "Masuklah kamu berdua ke dalam neraka bersama orang-orang yang masuk neraka karena kekufuran mereka kepada Allah". Begitu juga istri yang beriman tidak bisa menyelamatkan suamiya yang kafir dari azab Allah.
Demikian perumpamaan istri yang baik dan istri yang tidak baik menurut Al-Qur'an. Rasulullah bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قِيْلَ، يَا رَسُوْلَ اللهِ أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ؟ قَال : الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ، وَتُطِيْعُهُ إِذَا أَمَرَ، وَلاَ تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ (رواه النسائي)
"Dari Abi Hurairah RA berkata: Ditanyakan kepada Rasulullah, perempuan yang bagaimana yang paling baik? Beliau menjawab: Perempuan yang menyenangkan jika suaminya memandangnya, mematuhi jika suami menyuruhnya dan tidak melakukan sesuatu yang tidak disukai suami pada dirinya dan hartanya." (HR. An-Nasa'i)
Baca Juga: 5 Kriteria Istri dalam Surah An-Nisa
Wallahu A'lam
Ustaz Marwan Hadidi bin Musa menerangkan, bahwa istri seorang Nabi tidak dijamin masuk surga, jika tidak beriman kepada Allah. Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang kafir bahwa menjadi istri Nabi itu tidak otomatis masuk surga apabila tidak beriman kepada Allah.
Seperti istri Nabi Nuh dan istri Nabi Lut 'alaihimussalam. Keduanya berkhianat kepada kedua suaminya. Istri Nabi Nuh menuduh suaminya gila dan istri Nabi Lut memberitahukan kehadiran para tamu ganteng kepada orang banyak yang homoseks, tetapi kedua suaminya itu tidak dapat membantu mereka sedikit pun untuk menyelamatkannya dari siksaan Allah karena kekufuran mereka.
Dan dikatakan kepada kedua istri Nabi itu di Aakhirat, "Masuklah kamu berdua ke dalam neraka bersama orang-orang yang masuk neraka karena kekufuran mereka kepada Allah". Begitu juga istri yang beriman tidak bisa menyelamatkan suamiya yang kafir dari azab Allah.
Demikian perumpamaan istri yang baik dan istri yang tidak baik menurut Al-Qur'an. Rasulullah bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قِيْلَ، يَا رَسُوْلَ اللهِ أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ؟ قَال : الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ، وَتُطِيْعُهُ إِذَا أَمَرَ، وَلاَ تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ (رواه النسائي)
"Dari Abi Hurairah RA berkata: Ditanyakan kepada Rasulullah, perempuan yang bagaimana yang paling baik? Beliau menjawab: Perempuan yang menyenangkan jika suaminya memandangnya, mematuhi jika suami menyuruhnya dan tidak melakukan sesuatu yang tidak disukai suami pada dirinya dan hartanya." (HR. An-Nasa'i)
Baca Juga: 5 Kriteria Istri dalam Surah An-Nisa
Wallahu A'lam
(rhs)
Lihat Juga :