Ramadhan, Momentum Menundukkan Nafsu dan Menghidupkan Al-Qur'an

Jum'at, 16 April 2021 - 22:51 WIB
Dalam satu hadis itu disebutkan bahwa orang yang tidak diampuni di bulan Ramadhan itulah orang yang celaka dan mendapat kerugian besar."Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Ramadhan kemudian Ramadhan berlalu dalam keadaan dosa-dosanya belum diampuni." (HR Ahmad)

Menundukkan Nafsu

Terkadang di antara kaum muslimin ketika bulan Ramadhan masih saja mengumbar syahwat hingga terjerumus ke dalam maksiat. Padahal setan telah dibelenggu di bulan Ramadhan, pintu neraka ditutup. Mengapa bisa demikian?

Kata Al-Habib Geys bin Abdurrahman Assegaf dalam kajian "Fiqih Puasa", ada tiga penyebab kenapa masih ada maksiat di bulan Ramadhan. Para ulama mengatakan tiga penyebabnya:

1. Yang dibelenggu hanya sebagian setan.

2. Ada setan dari kalangan manusia.

3. Hawa nafsu tetap ada.

Jika ada orang bermaksiat di bulan Ramadhan itu karena ia sudah terlatih (terbiasa) dan mengikuti hawa nafsunya. Semoga Allah menjauhkan kita dari perkara ini.

Menghidupkan Al-Qur'an

Ramadhan dijuluki sebagai bulan Al-Qur'an karena Al-Qur'an diturunkan di bulan ini. Siapa yang membaca Al-Qur'an di bulan Ramadhan berarti ia telah menghidupkan Ramadhan dan mengagungkannya melebihi bulan lain.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!