Puasa Adalah Sebuah Proses Perubahan
Senin, 19 April 2021 - 17:44 WIB
Untuk apa Allah memperintahkan hal itu? Jawabannya seperti yang tertera dalam ayat di atas, yakni untuk menjadi orang-orang yang bertakwa, untuk menjadi orang-orang yang selalu mau menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-larangannya.
Indah sekali ketika membayangkan di mana manusia memasuki ke dalam ‘kepompongnya’ bulan suci Ramadhan . Dalam prosesnya manusia berubah menjadi seorang yang lebih baik, menjadi seorang yang sempurna karena melalui proses yang bernama bulan suci Ramadhan. Sama halnya seperti sebuah ulat, ada sebuah proses yang dijalani antara keduanya untuk menjadi sesuatu hal yang lebih baik dari sebelumnya. Jika ulat akan menjadi seekor kupu-kupu yang indah setelah melewati masa metamorfosis, sedangkan manusia berusaha menjadi pribadi yang lebih baik ketika bulan suci Ramadhan datang.
Baca Juga: Kenapa Rakaat Salat Tarawih Berbeda-beda? Ini Jawaban Ustadz Najmi
Memang harapannya ketika kita keluar dari bulan suci Ramadhan, seharusnya kita menjadi pribadi yang lebih baik dalam berbagai hal. Menjadi pribadi manusia yang jauh berbeda dibandingkan bulan-bulan lainnya. Boleh jadi sebelum Ramadhan kita banyak melakukan banyak melakuka perbuatan lalai kepada Allah, boleh jadi sebelum Ramadhan kita begitu banyak maksiat dan boleh jadi sebelum Ramadhan kita mungkin salat, namun salat kita selalu telat.
Tapi setelah Ramadhan, proses puasa itu membentuk diri kita menjadi orang yang sempurna, yakni orang yang selalu bertakwa kepada Allah subhanahu wata’ala, orang yang mampu menahan dirinya dari hawa nafsu, menjadi orang yang menahan gerak kakinya untuk berjalan kepada kemaksiatan, orang yang mampu menahan matanya untuk melihat hal yang tidak diinginkan oleh Allah subhanahu wata’ala.
Itulah sebuah perbandingan, sebuah pembelajaran yang dapat kita ambil dari sebuah proses metamorposis seekor ulat.
Mari selalu kita manfaatkan apa yang menjadi kesempatan di bulan suci Ramadhan ini. Sungguh rugi rasanya, jika dalam bulan suci Ramadhan ini kita tidak mengambil kesempatan sebanyak-banyaknya untuk meningkatkan kualitas amal dan ibadah kita. Maka janganlah kita menjadi golongan orang-orang yang merugi di bulan suci Ramadhan ini.
Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini dan semoga juga bulan Ramadan tahun ini bisa kita lewati lebih baik dari Ramadhan tahun-tahun sebelumnya. Dan mudah-mudahan ibadah kita semata hanya ditujukan untuk beribadah karena Allah subhanahu wata’ala.
Indah sekali ketika membayangkan di mana manusia memasuki ke dalam ‘kepompongnya’ bulan suci Ramadhan . Dalam prosesnya manusia berubah menjadi seorang yang lebih baik, menjadi seorang yang sempurna karena melalui proses yang bernama bulan suci Ramadhan. Sama halnya seperti sebuah ulat, ada sebuah proses yang dijalani antara keduanya untuk menjadi sesuatu hal yang lebih baik dari sebelumnya. Jika ulat akan menjadi seekor kupu-kupu yang indah setelah melewati masa metamorfosis, sedangkan manusia berusaha menjadi pribadi yang lebih baik ketika bulan suci Ramadhan datang.
Baca Juga: Kenapa Rakaat Salat Tarawih Berbeda-beda? Ini Jawaban Ustadz Najmi
Memang harapannya ketika kita keluar dari bulan suci Ramadhan, seharusnya kita menjadi pribadi yang lebih baik dalam berbagai hal. Menjadi pribadi manusia yang jauh berbeda dibandingkan bulan-bulan lainnya. Boleh jadi sebelum Ramadhan kita banyak melakukan banyak melakuka perbuatan lalai kepada Allah, boleh jadi sebelum Ramadhan kita begitu banyak maksiat dan boleh jadi sebelum Ramadhan kita mungkin salat, namun salat kita selalu telat.
Tapi setelah Ramadhan, proses puasa itu membentuk diri kita menjadi orang yang sempurna, yakni orang yang selalu bertakwa kepada Allah subhanahu wata’ala, orang yang mampu menahan dirinya dari hawa nafsu, menjadi orang yang menahan gerak kakinya untuk berjalan kepada kemaksiatan, orang yang mampu menahan matanya untuk melihat hal yang tidak diinginkan oleh Allah subhanahu wata’ala.
Itulah sebuah perbandingan, sebuah pembelajaran yang dapat kita ambil dari sebuah proses metamorposis seekor ulat.
Mari selalu kita manfaatkan apa yang menjadi kesempatan di bulan suci Ramadhan ini. Sungguh rugi rasanya, jika dalam bulan suci Ramadhan ini kita tidak mengambil kesempatan sebanyak-banyaknya untuk meningkatkan kualitas amal dan ibadah kita. Maka janganlah kita menjadi golongan orang-orang yang merugi di bulan suci Ramadhan ini.
Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini dan semoga juga bulan Ramadan tahun ini bisa kita lewati lebih baik dari Ramadhan tahun-tahun sebelumnya. Dan mudah-mudahan ibadah kita semata hanya ditujukan untuk beribadah karena Allah subhanahu wata’ala.
(aww)
Lihat Juga :