Bau Mulut Orang Berpuasa Lebih Wangi dari Kasturi, Ada 2 Alasannya

Senin, 19 April 2021 - 14:31 WIB
Suasana ibadah di Masjid Nabawi Madinah. Di antara kaum muslimin banyak mengisi waktu Ramadhannya dengan iktikaf di masjid ini. Foto/dok SINDOnews
Bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah dari semerbak minyak kasturi. Padahal ketika dicium orang lain sangat tidak mengenakkan dan tidak disukai. Kenapa bisa demikian?

Mari kita perhatikan hadis yang menjelaskan keutamaan bau mulut orang yang berpuasa berikut ini. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ تَعَالَى مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

"Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak misk (kasturi)." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)



Al-Habib Quraisy Baharun menjelaskan, Khuluf yang dimaksud dalam hadits adalah berubahnya bau mulut orang yang berpuasa. Ada dua alasan kenapa sampai bau mulut orang yang berpuasa bisa dibalas dengan bau minyak kasturi (misk), yaitu:

1. Amalan puasa itu adalah rahasia antara hamba dengan Allah. Karena itu rahasia yang ia sembunyikan, maka Allah pun membalasnya dengan menampakkan bau harum di antara manusia di hari kiamat.

2. Karena bekas ketaatan yang berakibat tidak enak bagi jiwa di dunia, bekas seperti itu akan dibalas dengan sesuatu yang menyenangkan pada hari kiamat. Artinya, bau mulut yang tidak enak akan dibalas dengan bau yang wangi karena bau mulut itu muncul dari amalan ketaatan pada Allah di dunia.

Salafus sholeh rahimahullah berkata:

كُلُّ شَيْءٍ فِي عُرْفِ النَّاسِ فِي الدُّنْيَا إِذَا انْتَسَبَ إِلَى طَاعَتِهِ وَرِضَاهُ فَهُوَ الكَامِلُ فِي الحَقِيْقَةُ

"Segala sesuatu yang dianggap kurang di dunia menurut pandangan manusia namun jika itu didapati karena melakukan ketaatan pada Allah dan mencari ridha-Nya, maka hakekatnya kekurangan tersebut adalah kesempurnaan (di sisi Allah)."

Bau mulut yang harum di hari kiamat timbul dari ketaatan yang dilakukan di dunia. Bau mulut harum tersebut membuat orang lain makin mencintainya di akhirat kelak. Itulah yang disebutkan dalam ayat,

إِنَّ الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمَنُ وُدًّا

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang." (QS. Maryam: 96)

Namun, selayaknya orang yang berpuasa untuk tetap menjaga kebersihan mulut. Bukan malah membiarkannya dan malas membersihkannya dengan dalih hadits di atas. Karena bagaimanapun juga bau mulut akan mengganggu orang yang ada di sekitar kita.

Hadits ini adalah sebuah bentuk motivasi bagi orang yang berpuasa agar semangat menjalankan ibadah Ramadhan walaupun ada sesuatu yang tidak mengenakkan pada mulutnya. Tetapi ia harus tetap memperhatikan kebersihan dengan membersihkan mulutnya sebelum mulai berpuasa.

Adapun perubahan mulut yang terjadi merupakan sifat alamiah manusia karena mulut tidak dimasuki makanan. Bukan bau mulut yang disengaja berubah karena malas atau tidak mau menyikat gigi.

Wallahu A'lam

Baca Juga: Pakai Siwak dan Pasta Gigi Saat Puasa, Ini Jawaban Ustaz Abdul Somad
(rhs)
Lihat Juga :
Follow
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Hadits of The Day
Dari Zaid bin Khalid Al Juhaini bahwasanya dia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memimpin kami shalat Shubuh di Hudaibiyyah pada suatu malam sehabis turun hujan. Setelah selesai Beliau menghadapkan wajahnya kepada orang banyak lalu bersabda: Tahukah kalian apa yang sudah difirmankan oleh Rabb kalian? Orang-orang menjawab, Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui. Beliau bersabda: Allah berfirman: Di pagi ini ada hamba-hamba Ku yang beriman kepada-Ku dan ada yang kafir, orang yang berkata bahwa Hujan turun kepada kita karena karunia Allah subhanahu wa ta'ala dan rahmat-Nya, maka dia adalah yang beriman kepada-Ku dan kafir kepada bintang-bintang. Adapun yang berkata bahwa Hujan turun disebabkan bintang ini atau itu, maka dia telah kafir kepada-Ku dan beriman kepada bintang-bintang.

(HR. Bukhari No. 801)
Artikel Terkait
Al-Qur'an, Bacalah!
Rekomendasi
Terpopuler
Artikel Terkini More