Lebaran di Tengah Pandemi
Jum'at, 22 Mei 2020 - 11:57 WIB
Misalnya kehilangan pekerjaan, tiba-tiba jatuh miskin, jenuh tinggal di rumah, berita kematian didengar setiap hari, dan lain sebagainya. Jadi, kita mesti lapang dan maklum jika ketemu teman yang muncul adalah wajah yang kurang ceria.
Tetapi kalau saja peristiwa pandemi ini kita tempatkan dalam perspektif historis, maka otak dan hati kita menjadi agak rileks. Bahwa apa yang terjadi ini bukanlah hal yang baru. Kita bisa belajar dan berempati bahwa dulu pernah terjadi pandemi dengan korban yang jauh lebih besar, sementara fasilitas rumah sakit belum semaju sekarang.
Yang mesti kita lalukan, sebelum vaksin ditemukan, adalah membiasakan cuci tangan, mengenakan masker, dan menjaga jarak. Artinya, solusi sementara adalah bagaimana kita bisa bersabar, menahan diri, menjaga hati, agar kita tampil jadi pemenang terhadap serangan corona.
Jika salah satu pesan puasa adalah imsak, yaitu kemampuan menahan diri dari berbagai godaan nafsu, maka buah dari puasa mestinya kita jadi pribadi yang kuat bisa mengendalikan diri. Bersabar dan tetap tenang menghadapi ujian ini, ujian yang tidak datang setiap tahun.
Nanti kita syukuri dan rayakan dengan pulang mudik setelah corona berlalu. Kita rayakan dengan tasyakuran kumpul bersama setelah keadaan mengizinkan. Selamat Idul Fitri, maaf lahir dan batin.
Tetapi kalau saja peristiwa pandemi ini kita tempatkan dalam perspektif historis, maka otak dan hati kita menjadi agak rileks. Bahwa apa yang terjadi ini bukanlah hal yang baru. Kita bisa belajar dan berempati bahwa dulu pernah terjadi pandemi dengan korban yang jauh lebih besar, sementara fasilitas rumah sakit belum semaju sekarang.
Yang mesti kita lalukan, sebelum vaksin ditemukan, adalah membiasakan cuci tangan, mengenakan masker, dan menjaga jarak. Artinya, solusi sementara adalah bagaimana kita bisa bersabar, menahan diri, menjaga hati, agar kita tampil jadi pemenang terhadap serangan corona.
Jika salah satu pesan puasa adalah imsak, yaitu kemampuan menahan diri dari berbagai godaan nafsu, maka buah dari puasa mestinya kita jadi pribadi yang kuat bisa mengendalikan diri. Bersabar dan tetap tenang menghadapi ujian ini, ujian yang tidak datang setiap tahun.
Nanti kita syukuri dan rayakan dengan pulang mudik setelah corona berlalu. Kita rayakan dengan tasyakuran kumpul bersama setelah keadaan mengizinkan. Selamat Idul Fitri, maaf lahir dan batin.
(poe)
Lihat Juga :