Kisah Tanda Cahaya Muhammad Para Nabi, Menurut Wahab bin Munabbih
Sabtu, 08 Mei 2021 - 17:58 WIB
Ilustrasi/Ist
Wahab bin Munabbih adalah salah seorang pemuka Tabi'in dan ahli dalam bidang sejarah. Ia diperkirakan berasal dari Arab Selatan dan berketurunan Persia dengan memiliki pengetahuan yang mendalam tentang kitab suci dan tradisi dari Yahudi dan Nasrani, sehingga memiliki banyak riwayat kisah Israiliyat.
Baca juga: Baca juga: 5 Wasiat Nabi Adam kepada Putranya Nabi Syith
Kisah berikut adalah tentang Nabi Syits menurut Wahabbin Munabbih yang dikutipBuku “Kisah Penciptaan dan Tokoh-tokoh Sepanjang Zaman” karya Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Iyasdan telah diterjemahkan oleh Abdul Halim. Dalam kisah ini disebut-sebut tentang "Cahaya Muhammad SAW" yang menandakan seseorang sebagai pelanjut penyebar risalah Nabi Adam AS .
Menurut Wahab bin Munabbih, ketikaNabi Adam AS meninggal, Syits—putranya-- telah berusia 400 tahun. Dia diberi tabut, tali, pedang, dan kudanya yang bernama Maimun yang telah diturunkan kepadanya dari surga. Apabila kuda itu meringkik, semua binatang yang melata di bumi menyambutnya dengan tasbih.
Syits telah diwasiati untuk memerangi saudaranya, Qabil. Dia pergi untuk memerangi Qabil dan akhirnya perang itu pun berkecamuk. Itulah perang pertama yang terjadi antara anak-anak Adam di muka bumi. Dalam peperangan itu, Syits memperoleh kemenangan dan dia menawan Qabil.
Qabil sebagai tawanan berkata, “Wahai Syits, jagalah persaudaraan di antara kita.”
Syits balik bertanya, “Mengapa engkau sendiri tidak menjaganya? Engkau telah membunuh saudaramu, Habil.”
Selanjunya Qabil ditawan oleh Syits; kedua tanganya dibelenggu di atas pundaknya, dan dia ditahan di tempat yang panas sampai meninggal.
Baca juga: Anak-anak Nabi Adam: Qobil Mati Saat Jadi Tawanan Perang
Anak-anak Qabil bermaksud menguburkannya. Tiba-tiba Iblis datang kepada mereka dalam rupa malaikat. Iblis berkata kepada mereka, “Jangan dikubur di dalam bumi.”
Baca juga: Baca juga: 5 Wasiat Nabi Adam kepada Putranya Nabi Syith
Kisah berikut adalah tentang Nabi Syits menurut Wahabbin Munabbih yang dikutipBuku “Kisah Penciptaan dan Tokoh-tokoh Sepanjang Zaman” karya Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Iyasdan telah diterjemahkan oleh Abdul Halim. Dalam kisah ini disebut-sebut tentang "Cahaya Muhammad SAW" yang menandakan seseorang sebagai pelanjut penyebar risalah Nabi Adam AS .
Menurut Wahab bin Munabbih, ketikaNabi Adam AS meninggal, Syits—putranya-- telah berusia 400 tahun. Dia diberi tabut, tali, pedang, dan kudanya yang bernama Maimun yang telah diturunkan kepadanya dari surga. Apabila kuda itu meringkik, semua binatang yang melata di bumi menyambutnya dengan tasbih.
Syits telah diwasiati untuk memerangi saudaranya, Qabil. Dia pergi untuk memerangi Qabil dan akhirnya perang itu pun berkecamuk. Itulah perang pertama yang terjadi antara anak-anak Adam di muka bumi. Dalam peperangan itu, Syits memperoleh kemenangan dan dia menawan Qabil.
Qabil sebagai tawanan berkata, “Wahai Syits, jagalah persaudaraan di antara kita.”
Syits balik bertanya, “Mengapa engkau sendiri tidak menjaganya? Engkau telah membunuh saudaramu, Habil.”
Selanjunya Qabil ditawan oleh Syits; kedua tanganya dibelenggu di atas pundaknya, dan dia ditahan di tempat yang panas sampai meninggal.
Baca juga: Anak-anak Nabi Adam: Qobil Mati Saat Jadi Tawanan Perang
Anak-anak Qabil bermaksud menguburkannya. Tiba-tiba Iblis datang kepada mereka dalam rupa malaikat. Iblis berkata kepada mereka, “Jangan dikubur di dalam bumi.”
Lihat Juga :