Penguatan Iman untuk Meningkatkan Imun

Rabu, 19 Mei 2021 - 10:28 WIB
Inilah kunci terbesar dalam menyembah Allah. Ketika kita yakin bahwa Allah memiliki kuasa atas segala sesuatu, maka kapan pun kita menghadapi apa yang kita takuti, atau berputus asa atas apa yang kita harapkan, kita ingat bahwa Allah subhanahu wata’ala dapat mengangkat kesulitan kita dan melimpahkan rahmat-Nya.

Artinya, tatkala Allah mengujimu dengan sesuatu, sementara orang-orang terdekatmu tidak bisa membantumu. Bukannya mereka tidak mengasihimu, melainkan karena mereka memang tidak mampu serta tidak bisa menolong dan mengangkat kesulitanmu.

Sebagai contoh, seorang dokter yang paling ahli sekalipun, terkadang ia tidak mampu menyelamatkan anak yang paling disayanginya, sekalipun ia memiliki keahlian untuk mengobatinya. Jangankan mengobati anaknya, bahkan ia tidak mampu menyelamatkan dirinya sendiri.

Jika kita beriman dan memiliki persangkaan baik kepada Allah, maka hendaknya kita tahu dan meyakini kebenaran ini, bahwa tidak satu pun makhluk baik di bumi maupun di langit yang dapat melampaui kekuasaan Allah. Ikatlah kebenaran ini dengan teguh ke dalam hati. Hal ini tidak bisa dibaca dalam buku, dipelajari di sekolah atau diberikan dalam ceramah. Ini hanya bisa ditemukan dalam Al-Qur'an.

Baca juga: Harga Emas Jaga Tren Penguatan, Hari Ini Naik Tipis ke Rp948.000/Gram

Nabi Ibrahim ber-husnuzhan kepada Allah ketika meninggalkan putra kesayangan dan istrinya yang masih lemah di lembah yang tandus. Sang khalilullah (kekasih Allah) ini pun menantikan doanya dikabulkan Allah setelah 3000 tahun kemudian dengan diutusnya Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيهِمْ ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

“Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seseorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab (Al-Qur'an) dan Al-Hikmah (as-Sunnah) serta menyucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al-Baqarah: 129)

Saat ini, di masa pandemi wabah virus corona ini menurut sebagian ahli diperkirakan bisa berlangsung lama. Sekalipun sebagian orang telah tertib menjalankan protokol kesehatan untuk meningkatkan imun dan melakukan pencegahan virus dengan cuci tangan, mengenakan masker, tidak berjabat tangan, menjaga jarak, dan lain sebagainya.

Namun tiada yang lebih menyamankan hati seorang mukmin dan menenangkannya melainkan baiknya kualitas keimanan mereka. Keimanan seorang mukmin ini akan tampak tatkala ia diuji. Sebagaimana Nabi Ya’qub yang 80 tahun menantikan kembalinya Yusuf ditambah lagi kehilangan Benyamin. Ia pun tetap menaruh harapan,

عَسَى ٱللَّهُ أَن يَأْتِيَنِى بِهِمْ جَمِيعًا

“Semoga Allah mendatangkan mereka semuanya padaku.” (QS. Yusuf: 83)

Baca juga: Duta Besar Palestina di PBB Tantang Biden Soal Gencatan Senjata

Begitu pun Nabi Ayub ‘alaihissalam yang 18 tahun didera penyakit, kehilangan harta dan anak-anaknya, juga dikucilkan lingkungannya. Nabi Musa ‘alaihissalam pun berdoa untuk kebinasaan Firaun dan bala tentaranya dengan diaminkan oleh Nabi Harun ‘alaihissalam. Kemudian Allah kabulkan doa keduanya setelah 40 tahun.

Ya, Firaun binasa setelah 40 tahun. Maka, janganlah kita mengeluhkan lamanya bencana dan lelah berdoa. Semoga dengannya kita mendapatkan pahala doa dan kesabaran.

Wallahu A'lam
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!