Bolehkah Berdebat dalam Perspektif Islam?

Jum'at, 02 Juli 2021 - 17:40 WIB
Imam Malik mengirim surat disertai dengan kurma Madinah yang terkenal lezat itu. Begitu juga Al-Laits Ibn Sa'ad kalau mengirimkan jawaban, beliau kirim surat dan hadiah. Tidak tanggung-tanggung, hadiah berupa emas murni.

Hadiah dari Al-Laits Ibn Sa'ad itulah yang kemudian oleh Imam Malik diberikan kepada murid kesayangannya, Imam Asy-Syafi'i sebagai bekal untuk mahar pernikahannya. Padahal saat itu, Asy-Syafi'i sedang berdebat juga dengan Imam Malik sebagai gurunya.

Debat berjalan, saling kirim hadiah juga tetap berjalan. Itulah debat terindah yang pernah dipamerkan dalam sejarah para ulama syariah.

Imam Syafi'i pernah berkata:

مَا نَاظَرْتُ أَحَدًا إِلا عَلَى النَّصِيحَةِ

"Tidaklah aku mendebat seseorang melainkan dalam rangka memberi nasihat."

Beliau juga berkata:

وَاللَّهِ ، مَا نَاظَرْتُ أَحَدًا ، فَأَحْبَبْتُ أَنْ يُخْطِئَ

"Demi Allah, tidaklah aku mendebat seseorang melainkan berharap akulah yang keliru."

Menghindari Debat
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!