Waspadai Kerasnya Hati, Itu Tanda Allah Jauh Darimu

Minggu, 04 Juli 2021 - 14:43 WIB
Kemudian ada sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

الْإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الْأَذَى عَنْ الطَّرِيقِ وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنْ الْإِيمَانِ

“Iman itu lebih dari tujuh puluh atau lebih dari enam puluh cabang. Yang paling utama adalah perkataan, ‘Laa Ilaaha Illa Allah’ dan yang terendah adalah membersihkan gangguan dari jalanan, sedang rasa malu itu adalah satu cabang dari keimanan.” (HR. al-Bukhari Muslim).

Baca juga: ITB Beri Gelar Doktor Kehormatan kepada Tiga Tokoh, Salah Satunya Sam Bimbo

Hadis yang mulia ini menjelaskan bahwa iman memiliki cabang-cabang, ada yang tertinggi dan ada yang terendah . Cabang-cabang iman ini bertingkat-tingkat dan tidak berada dalam satu derajat dalam keutamaannya, bahkan sebagiannya lebih utama dari lainnya. Dan masih banyak dalil lainnya.

Hati yang condong dengan lafazh kalimat thayyibah, maka akan lembut. Maka hati dianjurkan untuk mencintai kalimat thayyibah dan mencintai orang yang suka melafazhkan kalimat tauhid itu. Hati yang condong kepada Allah itu wajib. Tapi hati yang cintanya terlalu condong kepada sesama manusia, ini dilarang karena akan menyebabkan hati menjadi keras dan melupakan Allah Ta'ala.

Sabda Rasululullah Shallallahu alaihi wa sallam:

أَحْبِبْ حَبِيْبَكَ هَوْنًا مَا عَسَى أَنْ يَكُوْنَ بَغِيْضَكَ يَوْمًا مَا وَأَبْغِضْ بَغِيْضَكَ هَوْنًا مَا عَسَى أَنْ يَكُوْنَ حَبِيْبَكَ يَوْمًا ماَ

“Cintailah kekasihmu sekadarnya saja karena bisa jadi akan menjadi orang yang engkau benci. Dan bencilah orang sekadarnya saja, karena bisa jadi akan menjadi orang yang engkau cintai.” (Shahih, HR. at-Tirmidzi).

Baca juga: Ivermectin Termasuk Golongan Obat Keras, Harus Dikonsumsi Sesuai Resep Dokter

Wallahu 'alam
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!