Apakah Wali Hanya Dikenal Oleh Para Wali? (Bagian 1)

Rabu, 07 Juli 2021 - 14:16 WIB
Ustaz Miftah el-Banjary, Dai yang juga pakar ilmu linguistik Arab dan Tafsir Al-Quran asal Banjar Kalimantan Selatan. Foto/Ist
Ustaz TGH Dr Miftah el-Banjary

Pakar Ilmu Linguistik Arab dan Tafsir Al-Qur'an,

Pensyarah Kitab Dalail Khairat

Mengawali diskusi terkait persoalan ilmu tasawuf yang mendominasi sisi keberagamaan masyarakat kita, mau tidak mau persoalan kesufian, semisal masalah kewalian juga menjadi topik penting yang seringkali diperbincangkan, bahkan diperdebatkan.

Ada suatu kaidah dalam dunia sufi, "La ya'riful waali illa waali" yang maksudnya "Tidak ada yang mengenal wali, melainkan wali itu sendiri".

Baca Juga: 3 Wirid yang Selalu Diamalkan Para Wali

Nah, jika berangkat dari kaidah ini, maka identitas seorang wali hanya diketahui oleh wali yang sederajat atau lebih tinggi maqamnya, orang awam tidak mengenal dan tidak akan bisa mengetahui sosok seorang waliyullah, bukan?

Sebelum kita membahas bagaimana seorang wali diketahui sebagai seorang wali, ada baiknya kita membahas tentang apa definisi wali dan kriterianya.

Kewalian adalah prinsip dasar dari jalan tasawuf. Seperti dikatakan oleh Imam Al-Hujwiry, "Ketahuilah prinsip dan landasan tasawuf serta makrifat adalah bertumpu pada kewalian."

Wali-wali Allah (auliya) ialah orang-orang suci yang telah diberkati oleh Allah dan diangkat menjadi "sahabat-Nya". Mereka ialah orang-orang yang telah mencapai penglihatan batin (mukasyafah) yang benar.

Siapakah Wali Itu?
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!