Puasa 6 Hari Syawal Bagi Perempuan, Syawal Dulu atau Qadha Dulu?

Rabu, 27 Mei 2020 - 16:55 WIB
Jika seorang wanita sudah qadha, lalu dilanjutkan Syawal , ternyata terbentur dengan jadwal haidnya sehingga puasanya tidak tuntas enam hari dan bulan syawwal pun berakhir. Padahal dia sangat ingin menuntaskannya. Apakah dia tetap dapat keutamaannya? Semoga Allah Ta'ala tetap memberikan keutamaan tersebut berdasarkan dalil-dalil berikut:

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda:

من أتى فراشه وهو ينوي أن يقوم يصلي من الليل فغلبته عينه حتى يصبح كتب له ما نوى

"Barang siapa yang mendatangi kasurnya dan dia berniat untuk melaksanakan salat malam, tapi dia tertidur hingga pagi, maka dia tetap mendapatkan apa yang diniatkannya." (HR. Ibnu Majah No. 1344, dari Abu Dzar. Imam Zainuddin Al ‘Iraqi mengatakan: shahih. Lihat Takhrijul Ihya’, no. 1133)

Rasulullah SAW juga bersabda:

مَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كُتِبَتْ لَهُ حَسَنَةٌ

"Barang siapa yang berhasrat melakukan kebaikan lalu dia belum mengerjakannya maka dicatat baginya satu kebaikan." (HR. Muslim No 130, dari Abu Hurairah)

Hadits lain menyebutkan: "Niat seorang mukmin lebih baik dari pada amalnya." (HR. Ath Thabarani dalam Al Mu’jam Al Kabir, 6/185-186, dari Sahl bin Sa'ad as Saidi).

Tata Caranya

Bagi Imam Abdullah bin Al Mubarak, puasa sunnah 6 hari Syawal dilakukan di awal bulan. Jika dilakukan tidak berturut-turut tidak apa-apa. (Sunan At Tirmidzi No. 759)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!