Imam Syafii, Syair Zuhud dan Syair Akhlak Karyanya

Senin, 09 Agustus 2021 - 15:27 WIB
Imam Syafii membagi-bagi malamnya; sepertiga pertama untuk menulis, sepertiga kedua untuk shalat dan sepertiga ketiga untuk tidur./Ilusttrasi/Ist
Imam Syafii dikenal sebagai salah seorang dari empat imam madzhab tetapi tidak banyak yang tahu bahwa ia juga seorang penyair. Beliau seorang yang fasih lisannya, amat menyentuh kata-katanya, menjadi hujjah di dalam bahasa ‘Arab. Hal ini dapat dimengerti, karena sejak dini, beliau sudah tinggal dan berinteraksi dengan suku Hudzail yang merupakan suku arab paling fasih kala itu.

Beliau mempelajari semua syair-syair mereka, karena itu ia dianggap sebagai salah satu rujukan bagi para ahli bahasa semasanya.



Imam Ahmad berkata, “asy-Syafi’i adalah orang yang paling fasih.” Imam Malik terkagum-kagum dengan bacaannya karena demikian fasih. Karena itu, pantas bila Imam Ahmad pernah berkata, “Tidak seorang pun yang menyentuh tinta atau pun pena melainkan di pundaknya ada jasa asy-Syafi’i.”

Ayyub bin Suwaid berkata, “Ambillah bahasa dari asy-Syafi’i.”

Hampir semua isi syair yang dirangkai Imam Syafi’i bertemakan perenungan. Sedangkan karakteristik khusus syairnya adalah syair klasik. Alhasil, ia mirip dengan perumpamaan-perumpamaan atau hikmah-hikmah yang berlaku di tengah manusia.



Berikut contoh syair Imam Syafii

Syair Zuhud

Hendaknya engkau bertakwa kepada Allah jika engkau lalai

Pasti Dia membawa rizki tanpa engkau sadari

Bagaimana engkau takut miskin padahal Allah Sang Pemberi rizki

Dia telah memberi rizki burung dan ikan hiu di laut

Siapa yang mengira rizki hanya didapat dengan kekuatan

Semestinya burung pipit tidak dapat makan karena takut pada elang

Turun dari dunia (mati), tidak engkau tahu kapan

Bila sudah malam, apakah engkau akan hidup hingga fajar?

Berapa banyak orang yang segar-bugar mati tanpa sakit

Dan berapa banyak orang yang sakit hidup sekian tahunan?

Syair Akhak
Halaman :
Lihat Juga :
Follow
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Hadits of The Day
Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:  Tiga perkara yang apabila ada pada diri seseorang, ia akan mendapatkan manisnya iman, yakni:  Dijadikannya Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya dari selain keduanya.  Jika ia mencintai seseorang, dia tidak mencintainya kecuali karena Allah.  Dan dia benci kembali kepada kekufuran, seperti dia benci bila dilempar ke neraka

(HR. Bukhari No. 15)
Artikel Terkait
Al-Qur'an, Bacalah!
Rekomendasi
Terpopuler
Artikel Terkini More