Bahaya Membuka Aurat dan Keutamaan Memakai Hijab
Minggu, 05 September 2021 - 17:31 WIB
Ketika para sahabat ditanya oleh Rasulullah SAW, Apakah yang terbaik bagi wanita? Mereka tidak ada yang bisa menjawab, akhirnya Sayyidatina Fathimah menjawab: "Sebaik-baik wanita adalah tidak melihat laki-laki dan tidak dilihat oleh laki-laki."
Masalah aurat ini juga disebut dalam Al-Quran yaitu Surat Al-Ahzab 59 dan An-Nur ayat 31. Artinya: "Hai Nabi, katakanlah kepada istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Yang di maksud jilbab di sini adalah sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala, muka dan dada. Dan di dalam surat yang kedua artinya : "Katakanlah kepada orang beriman: hendaklah mereka menahan perhiasannya kecuali (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutup kain kudung ke dadanya."
Setelah ayat hijab ini turun maka seluruh wanita di Madinah langsung memakai hijab sampai-sampai tidak tahu mereka itu berjalan ke depan atau ke belakang. Salah seorang sahabat juga pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, bagaimanakah apabila saya melihat seorang wanita Ya Rasulullah ? maka Rasulullah menjawab: "palingkan mukamu!"
Nah, dari sini kita bisa mengambil kesimpulan bahwa palingkan mukamu berarti itu haram untuk dilihat. Kalau sudah haram untuk dilihat berarti itu adalah aurat, kalau sudah aurat maka wajib untuk ditutup.
Wanita zaman dahulu sangat benar-benar menjaga dirinya, sampai-sampai mereka mendapatkan maqam yang tinggi di sisih Allah sebagai Waliyah-Waliyah Allah.
"Bila kita mengetahui cerita wanita-wanita shalihah zaman dulu kita akan menangis karena pribadi dan sifat mereka yang sangat mulia serta hati mereka yang sangat bersih. Generasi saat ini banyak tertipu dengan budaya-budaya dari barat," kata Habib Hadi.
Bagi ibu-ibu yang anaknya ingin memakai cadar atau hijab hendaknya didukung, jangan sampai ibu melarang mereka. Apabila Ibu belum sanggup untuk memakainya, maka anak Ibu yang menggantikannya dan meneruskan jejak Fathimah Azzahra. Semoga Allah memberi kita hidayah agar dapat menjaga kehormatan dan menutup aurat dengan sempurna.
Baca Juga: Kisah Perempuan Penghuni Surga Karena Konsisten Menjaga Auratnya
Masalah aurat ini juga disebut dalam Al-Quran yaitu Surat Al-Ahzab 59 dan An-Nur ayat 31. Artinya: "Hai Nabi, katakanlah kepada istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Yang di maksud jilbab di sini adalah sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala, muka dan dada. Dan di dalam surat yang kedua artinya : "Katakanlah kepada orang beriman: hendaklah mereka menahan perhiasannya kecuali (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutup kain kudung ke dadanya."
Setelah ayat hijab ini turun maka seluruh wanita di Madinah langsung memakai hijab sampai-sampai tidak tahu mereka itu berjalan ke depan atau ke belakang. Salah seorang sahabat juga pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, bagaimanakah apabila saya melihat seorang wanita Ya Rasulullah ? maka Rasulullah menjawab: "palingkan mukamu!"
Nah, dari sini kita bisa mengambil kesimpulan bahwa palingkan mukamu berarti itu haram untuk dilihat. Kalau sudah haram untuk dilihat berarti itu adalah aurat, kalau sudah aurat maka wajib untuk ditutup.
Wanita zaman dahulu sangat benar-benar menjaga dirinya, sampai-sampai mereka mendapatkan maqam yang tinggi di sisih Allah sebagai Waliyah-Waliyah Allah.
"Bila kita mengetahui cerita wanita-wanita shalihah zaman dulu kita akan menangis karena pribadi dan sifat mereka yang sangat mulia serta hati mereka yang sangat bersih. Generasi saat ini banyak tertipu dengan budaya-budaya dari barat," kata Habib Hadi.
Bagi ibu-ibu yang anaknya ingin memakai cadar atau hijab hendaknya didukung, jangan sampai ibu melarang mereka. Apabila Ibu belum sanggup untuk memakainya, maka anak Ibu yang menggantikannya dan meneruskan jejak Fathimah Azzahra. Semoga Allah memberi kita hidayah agar dapat menjaga kehormatan dan menutup aurat dengan sempurna.
Baca Juga: Kisah Perempuan Penghuni Surga Karena Konsisten Menjaga Auratnya
(rhs)
Lihat Juga :