Menjaga Rasa Malu
Selasa, 21 September 2021 - 18:18 WIB
Gelar Mulia Muslimah
Mengutip kitab "Risalah Penting untuk Muslimah' Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr Hafidzahullah menjelaskan, bahwa perempuan yang menjaga kemaluan, maka dia akan mendapatkan gelar mulia yang tercantum dalam Al-Qur’an, dalam hadis, ataupun di tengah masyarakat. Yang gelar-gelar mulia tersebut tidak didapatkan seorang perempuan kecuali dengan menjaga kemaluannya.
Gelar-gelar mulia itu misalnya seperti العفيفة (wanita yang suci), المحصنة (wanita yang terjaga), البرة (wanita yang baik), التقية (wanita yang bertakwa) dan lain-lainnya dari sifat-sifat dan gelar-gelar perempuan muslimah yang menjaga kemaluannya yang tidak didapat gelar tersebut kecuali dengan menjaga kemaluan.
Kemudian Syaikh menyindir keras bagaimana nama-nama (gelar) yang mulia seperti ini diganti dengan nama-nama yang buruk seperti wanita pezina, wanita yang banyak dosa, wanita pelacur, wanita yang buruk. Ini sungguh pergantian nama yang sangat buruk. Sebagaimana firman Allah:
بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ
“Sungguh sangat buruk nama kefasikan setelah keimanan.” (QS. Al-Hujurat : 11)
Baca juga: Cara dan Bacaan Dzikir yang Paling Disukai Allah Ta'ala
Wallahu A'lam
Mengutip kitab "Risalah Penting untuk Muslimah' Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr Hafidzahullah menjelaskan, bahwa perempuan yang menjaga kemaluan, maka dia akan mendapatkan gelar mulia yang tercantum dalam Al-Qur’an, dalam hadis, ataupun di tengah masyarakat. Yang gelar-gelar mulia tersebut tidak didapatkan seorang perempuan kecuali dengan menjaga kemaluannya.
Gelar-gelar mulia itu misalnya seperti العفيفة (wanita yang suci), المحصنة (wanita yang terjaga), البرة (wanita yang baik), التقية (wanita yang bertakwa) dan lain-lainnya dari sifat-sifat dan gelar-gelar perempuan muslimah yang menjaga kemaluannya yang tidak didapat gelar tersebut kecuali dengan menjaga kemaluan.
Kemudian Syaikh menyindir keras bagaimana nama-nama (gelar) yang mulia seperti ini diganti dengan nama-nama yang buruk seperti wanita pezina, wanita yang banyak dosa, wanita pelacur, wanita yang buruk. Ini sungguh pergantian nama yang sangat buruk. Sebagaimana firman Allah:
بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ
“Sungguh sangat buruk nama kefasikan setelah keimanan.” (QS. Al-Hujurat : 11)
Baca juga: Cara dan Bacaan Dzikir yang Paling Disukai Allah Ta'ala
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :