Syekh Subakir Meruqyah Jawa Setelah 6000 Keluarga Muslim Tewas

Selasa, 28 September 2021 - 14:41 WIB
Syekh Subakir masuk ke tanah Jawa untuk meruqyah tanah di wilayah Indonesia ini, menyusul tewasnya 6000 keluarga muslim yang dikirim sebelumnya. (Ilustrasi:Ist)
Pada abad ke-14 M, Syaikh Baqir atau masyhur dengan nama Syekh Subakir masuk ke tanah Jawa untuk meruqyah tanah di wilayah Indonesia ini, menyusul tewasnya 2000 keluarga muslim yang dikirim sebelumnya.

Baca juga: Ibrahim bin Adham Sultan yang Jadi Sufi, Ternyata Pernah Masuk ke Indonesia

Alkisah, Sultan Al-Ghabbah (nama daerah dekat Samarkand) dari negeri Rum berniat mengislamkan daerah Jawa. Pertama yang dilakukan adalah mengirim 4000 keluarga muslim untuk menghuni pulau Jawa. Namun semua keluarga muslim tersebut tewas dibunuh siluman yang menghuni pulau Jawa.

Selanjunya, Sultan Al-Ghabbah kembali mengirim 2000 keluarga muslim untuk menghuni pulau Jawa, namun semuanya kembali tewas.

Muhammad Dhiyauddin Quswandhi dalam bukunya berjudul "Waliyah Zainab Putri Pewaris Syeikh Sitti Jenar-Sejarah Agama dan Peradaban di Pulau Bawean" menulis peristiwa ini terjadi pada abad ke-14 M.

Setelah gagal dengan cara pertama, Sultan Al-Ghabbah mengutus Syekh Subakir untuk meruqyah tanah Jawa. Langkah ini dilakukan sebagai awal pembuka jalan dakwah, dan menghilangkan anasir-anasir jahat akibat dominasi jin dan siluman yang terkait dengan ritual agama dan kepercayaan yang dianut masyarakat setempat sebelum-nya (Kapitayan-Hindu-Buddha).

Selain itu juga untuk membuka hati masyarakat Jawa agar terbuka hatinya terhadap Islam yang akan segera datang di bawah panji Walisongo.

Muhammad Dhiyauddin Quswandhi menyebut, hal ini dilakukan setelah sebelumnya Syekh Subakir juga singgah dan meruqyah pulau Bawean.

Baca juga: KH Ahmad Baso: Nasionalisme Merupakah Strategi Jitu Walisongo Merangkul Semua Kalangan

Sementara itu, Mat Sukri, dalam "Kitab Musarar Syeikh Subakir (Asal-Muasal Tanah Jawa)" menambahkan perjalanan Syekh Subakir di tanah Jawa tertulis dalam manuskrip kuno berjudul Kitab Musarar berbentuk tembang/puisi Jawa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!