Syekh Subakir Meruqyah Jawa Setelah 6000 Keluarga Muslim Tewas

Selasa, 28 September 2021 - 14:41 WIB
Berdasarkan fakta sejarah di atas, Islam mulai dikenal oleh penduduk pribumi di Indonesia sejak abad ke-7 M mengalami hambatan dan belum diterima sampai pada abad ke-15 M.

Hal tersebut berarti sekitar kurun waktu delapan abad lamanya sampai Islam mulai dianut secara menyeluruh oleh masyarakat pribumi Indonesia yaitu pada pertengahan abad ke-15 M.

Muhammad Dhiyauddin mengatakan setelah Pulau Jawa dan Pulau Bawean yang diruqyah oleh Syekh Subakir, maka Pulau Jawa disebutkan telah siap menerima dakwah Islam para mubaligh berikutnya yaitu dakwah Walisongo.

Di antara anggota Walisongo yang berdakwah di Jawa pada periode awal yaitu Syaikh Maulana Malik Ibrahim.

Sebelum Islam Masuk ke Indonesia

Islam memang tidak langsung diterima di Jawa juga di Indonesia. Tercatat Islam mulai masuk di Indonesia sejak abad ke-7 M dan baru dapat diterima secara luas pada sekitar pertengahan abad ke-15 M di era kepemimpinan Wali Songo .

Sebelum Islam masuk ke Indonesia, masyarakat Indonesia lebih dahulu menganut beberapa kepercayaan dan agama. Di antara kepercayaan itu adalah agama Kapitayan.

Sunyoto dalam "Atlas Wali Songo (Buku Pertama yang Mengungkap Wali Songo sebagai Fakta Sejarah)" menyebut agama Kapitayan telah tumbuh dan berkembang sejak zaman paleolithik sampai dengan zaman perunggu dan besi. Agama Kapitayan biasa disebut dengan kepercayaan animisme dan dinamisme yaitu mempercayai adanya benda-benda yang memiliki daya sakti dan kepercayaan terhadap arwah leluhur.

Seiring dengan berjalannya waktu, menurut Thomas Stamford Raffles, dalam bukunya "The History of Java" masyarakat Indonesia mulai mengenal agama Hindu-Buddha yang ditandai dengan munculnya Kerajaan Tarumanegara dan Kerajaan Sunda pada abad ke-4 dan ke-7 M.

Baca juga: Raden Paku, Sehari Menikah Dua Kali, Salah Satu Istrinya Putri Sunan Ampel
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!