Pesan Ustaz Adi Hidayat Sebelum Memasuki Ramadhan

Rabu, 22 April 2020 - 06:05 WIB
Dai yang juga Direktur Quantum Akhyar Institute Ustaz Adi Hidayat. Foto/ist
Dai yang juga Direktur Quantum Akhyar Institute Ustaz Adi Hidayat menyampaikan nasihat indah terkait bulan Ramadhan secara online dari kediamannya di Perumahan Pondok Timur Mas, Villa Jaka Setia Bekasi, kemarin.

Sebelum menjelaskan ilmu fiqih Ramadhan, Ustaz Adi Hidayat menyampaikan pesan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam agar umat Islam meningkatkan iman dan takwa kepada Allah Ta'ala. Pesan ini sering kita dengar dalam khutbah Jumat:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan Islam." (QS Ali-'Imran: ayat 102)

Selalu ada jaminan di dalam Al-Qur'an bahwa orang-orang yang berusaha meningkatkan takwanya, maka Allah akan mendekatkan kepadanya kebahagiaan hidup. Orang yang bertakwa juga dimudahkan dalam menyelesaikan persoalan hidupnya.

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا

"Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya dia akan mengadakan baginya jalan keluar." (QS. At-Thalaq: ayat 2)

"Bahkan akan dibukakan pintu rezeki dari Arah yang tidak diduga. Jadi kalau saya boleh rumuskan amalan-amalan yang mendekatkan kepada kebahagiaan, yaitu iman samadengan amal, saleh samadengan takwa," kata dai kelahiran Pandeglang Banteng ini.

Belajar Fiqih Ramadhan

Dalam ilmu Fiqih Ramadhan, Allah menurunkan Surat Al-Baqarah ayat 183 sebagai dalil utamanya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah: ayat 183)

Kaum muslimin wajib mempelajari ilmu fiqih Ramadhan karena saking pentingnya bulan Ramadhan. Standarnya adalah ilmu dulu baru amal. Adab dulu baru ilmu. Dalam ibadah ketahui dulu ilmunya. Salat itu belajar dulu ilmunya, baru kemudian salat.

"Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al-Qur'an) dan dirikanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (salat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-'Ankabut: ayat 45)

"Jadi kita pelajari fiqih Ramadhan agar saat berpuasa Ramadhan bisa menjalankan dengan ilmunya. Ulama dulu kalau mau puasa, majelis taklim libur karena mau fokus ibadah. Maka bagaimana dengan kita yang belum sampai ke derajat itu?" kata Dai yang pernah menimba ilmu di Tripoli Libya itu.

Makna Shiyam dan Shaum

Kali ini Ustaz Adi Hidayat membahas fiqih Ramadhan yang bersumber dari Kitabus Shiyam. Isinya hal-hal yang berkaitan dengan puasa, apa saja hal-hal yang merusak dan membatalkannya. Ingat Ash-Shiyam bukan Asshiap. Ada Ash-Shiyam, ada Ash-Shaum. Keduanya seringkali diartikan dengan puasa.

Sering diungkapkan saya sedang Shaum, saya sedang Shiyam. Orangnya disebut Shaim. Itu untuk laki-laki. Kalau untuk perempuan Shaimah. Dalam Bahasa Arab ada kaidah setiap bertambah huruf atau harakat dalam satu kalimat, pasti maknanya akan berbeda. Lantas apa perbedaannya? Mari kita Simak dari Al-Qur'anul Kariim.

Jika disebutkan Ash-Shaum artinya menahan. Semua yang menahan itu Ash-Shaum. Apakah menahan haus saja, menahan lapar saja, menahan ngantuk saja. jadi anda bisa mengatakan besok Shaum Ramadhan.

فَكُلِي وَاشْرَبِي وَقَرِّي عَيْنًا ۖ فَإِمَّا تَرَيِنَّ مِنَ الْبَشَرِ أَحَدًا فَقُولِي إِنِّي نَذَرْتُ لِلرَّحْمَٰنِ صَوْمًا فَلَنْ أُكَلِّمَ الْيَوْمَ إِنْسِيًّا
Halaman :
Lihat Juga :
Follow
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Hadits of The Day
Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:  Allah 'azza wajalla telah berfirman: Setiap amal anak Adam adalah teruntuk baginya kecuali puasa. Puasa itu adalah bagi-Ku, dan Akulah yang akan memberinya pahala.  Dan puasa itu adalah perisai. Apabila kamu puasa, maka janganlah kamu merusak puasamu dengan rafats, dan jangan pula menghina orang. Apabila kamu dihina orang atau pun diserang, maka katakanlah, 'Sesungguhnya saya sedang berpuasa.'  Demi Allah, yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya. Sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah pada hari kiamat kelak daripada wanginya kesturi. Dan bagi mereka yang berpuasa ada dua kebahagiaan. Ia merasa senang saat berbuka lantaran puasanya, dan senang pula saat berjumpa dengan Rabbnya juga karena puasanya.

(HR. Muslim No. 1944)
Artikel Terkait
Al-Qur'an, Bacalah!
Rekomendasi
Terpopuler
Artikel Terkini More