Hati-hati Pamer Kemesraan di Medsos, Bisa Jadi Pintu Masuk Sihir
Senin, 18 Oktober 2021 - 07:31 WIB
An-Nawawi dalam kitab al-Minhaj menyebutkan beberapa perbuatan yang bisa menurunkan kehormatan dan wibawa manusia,
'Mencium istri atau budaknya di depan umum, atau banyak menyampaikan cerita yang memicu tawa pendengar.' (al-Minhaj, hlm. 497).
3. Gambar atau foto kemesraan ini bisa memicu syahwat orang lain yang melihatnya
Terutama ketika terlihat bagian badan wanita, tangannya atau wajahnya. Lelaki jahat bisa memanfaatkannya untuk tindakan yang tidak benar. Dan memicu orang untuk berbuat maksiat, termasuk perbuatan maksiat.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
""Barangsiapa yang mengajak kepada sebuah kesesatan maka dia mendapatkan dosa seperti dosa setiap orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun. (HR. Ahmad, Muslim, dan yang lainnya).
"Boleh jadi, kita menganggap hal biasa, tapi orang lain menjadikannya sebagai sumber dosa. Mencegah lebih baik dari pada mengobati,"papar Ustadz Ammi Nur Baits.
Baca juga: Setelah Meninggal, Siapa yang Menjadi Harapan Kita untuk Mendulang Pahala?
Wallahu A'lam
وقبلة زوجة وأمة بحضرة الناس، وإكثار حكايات مضحكة
'Mencium istri atau budaknya di depan umum, atau banyak menyampaikan cerita yang memicu tawa pendengar.' (al-Minhaj, hlm. 497).
3. Gambar atau foto kemesraan ini bisa memicu syahwat orang lain yang melihatnya
Terutama ketika terlihat bagian badan wanita, tangannya atau wajahnya. Lelaki jahat bisa memanfaatkannya untuk tindakan yang tidak benar. Dan memicu orang untuk berbuat maksiat, termasuk perbuatan maksiat.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلاَلَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا
""Barangsiapa yang mengajak kepada sebuah kesesatan maka dia mendapatkan dosa seperti dosa setiap orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun. (HR. Ahmad, Muslim, dan yang lainnya).
"Boleh jadi, kita menganggap hal biasa, tapi orang lain menjadikannya sebagai sumber dosa. Mencegah lebih baik dari pada mengobati,"papar Ustadz Ammi Nur Baits.
Baca juga: Setelah Meninggal, Siapa yang Menjadi Harapan Kita untuk Mendulang Pahala?
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :