Ketika Al-Qur'an Bisa Menjadi Pembela atau Musuh Kita

Senin, 18 Oktober 2021 - 19:15 WIB
Ustadz Mu’tashim Lc, MA menjelaskan, bisa dipahami bila kita bisa memanfaatkan Al-Qur'an dengan bacaannya, mentadabburi maknanya dan mengamalkan segala nasihat-nasihatnya, maka akan menjadi sumber pahala. "Namun bila tidak dilakukan, bahkan memalingkan diri dan kehidupannya dari Al-Qur'an maka Allah akan sengsarakan kehidupannya di dunia dan akhirat , 'ujar dai yang juga pengasuh bimbingan Islam ini.

Baca juga: Perbanyak Baca Shalawat dan Raih Keutamaannya yang Luar Biasa

Sebagaimana Allah ta’la firmankan,

وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِى فَإِنَّ لَهُۥ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُۥ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ أَعْمَىٰ


“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”. (QS Thaha :124)

Tafsir Quran Surat Thaha Ayat 124 : Berkata Syekh Abdurrahman as-sa’di rahimahullah ta’ala Yaitu “tidak mau mengamalkannya atau lebih parah dari itu, yaitu tidak beriman dan mendustakannya. Yakni Al Qur’an.”

Yang terjadi maka, hidupnya di dunia sempit, tidak tenang dan tenteram, dadanya tidak lapang, bahkan terasa sempit dan sesak karena kesesatannya meskipun keadaan luarnya memperoleh kenikmatan, memakai pakaian mewah, memakan makanan yang enak dan tinggal di mana saja yang ia kehendaki, namun hatinya jika tidak di atas keyakinan yang benar dan petunjuk, maka tetap dalam kegelisahan, keraguan dan kebimbangan. "Hal ini termasuk ke dalam kehidupan yang sempit,"ungkap Ustadz Mu'tashim.

Ibnu Abbas berkata tentang kehidupan yang sempit, yaitu kesengsaraan. Menurut Abu Sa’id, kehidupan yang sempit adalah disempitkan kuburnya sehingga tulang rusuknya bertabrakan.

Baca juga: Hati-hati Pamer Kemesraan di Medsos, Bisa Jadi Pintu Masuk Sihir

Wallahu A’lam.
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!