Maulid Nabi Muhammad SAW

Perbanyak Baca Shalawat dan Raih Keutamaannya yang Luar Biasa

loading...
Perbanyak Baca Shalawat dan Raih Keutamaannya yang Luar Biasa
Amalan shalawat nabi ini, memiliki banyak manfaat dan keutamaannya yang luar biasa. Foto ilustrasi/ist
Di bulan kelahiran Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam ini, sebagai muslim dianjurkan untuk membaca shalawat sebanyak-banyaknya. Karena amalan shalawat nabi ini, memiliki banyak manfaat dan keutamaannya yang luar biasa.

Allah Subhanahu wa ta'ala pun sangat menyukai hamba-Nya yang bershalawat kepada Nabiyullah wa Rasulillah Muhammad Shallawallahi 'alaihi wa sallam. Bahkan, bershalawat kepada Rasulullah juga merupakan salah yang diperintahkan Allah kepada orang-orang beriman.

Baca juga: Sambut Maulid Nabi, Inilah Detik-detik Kelahiran Rasulullah

Sebagaimana yang telah ditegaskan oleh Allah Ta'ala di dalam firman-Nya :
إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”. (QS Al-Ahzab : 56)

Fadhilah kita bershalawat bukan hanya pahala dan keberkahan saja, tetapi kita akan mendapatkan keutamaan berkali-kali lipat dari itu. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut manfaat dan keutamaan membaca shalawat ini:

1. Shalawat merupakan salah satu sebab terkabulnya doa

Terdapat sebuah atsar yang menyebutkan, “Doa seorang hamba tertahan di antara langit dan bumi, tidak terangkat ke langit sampai engkau bershalawat untuk Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam.”

Setiap umat muslim yang mengawali dan mengakhiri doanya dengan shawalat dan taslim yang ditujukan kepada Rasulullah, maka doa tersebut akan sangat mustajab dikarenakan banyaknya keberkahan dari shalawat yang dibacanya.

2. Shalawat akan memenuhi majelis/perkumpulan dengan cahaya rahmat dan keberkahan

Saat sebuah majelis majelis yang di dalamnya melantunkan shalawat, maka majelis tersebut akan dipenuhi oleh cahaya (iman) dan akan dihadiri oleh para malaikat. Cahaya rahmat akan terus menerus turun dalam majelis tersebut. Bukan hanya itu saja, semua amalan baik di dalamnya juga langsung diangkat kepada Allah Ta’ala.

Ada sebuah hadis yang menjelaskan akibat yang akan didapatkan jika dalam suatu majelis berpisah tanpa membaca shalawat. Hadis tersebut berbunyi,

“Mereka yang berkumpul (di suatu majlis) lalu berpisah dengan tanpa dzikir kepada Allah dan membaca shalawat kepada Nabi, maka mereka seperti membawa sesuatu yang lebih buruk dari bangkai.” (HR Muslim, Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan Nasa'i).

3. Mendapatkan syafaat dari Rasulullah

Shalawat dan salam adalah bagian dari penghormatan (tahiyyah), maka saat kita diperintah oleh Allah untuk membaca shalawat maka di situ kita mendoakan Nabi Muhammad. Kemudian wajib atas Nabi Muhammad melakukan hal yang sama, yakni mendoakan kepada orang yang membaca shalawat kepadanya.

Hal ini diterangkan dalam QS. An Nisa: 86:
وَاِذَا حُيِّيۡتُمۡ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوۡا بِاَحۡسَنَ مِنۡهَاۤ اَوۡ رُدُّوۡهَا‌ ؕ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلٰى كُلِّ شَىۡءٍ حَسِيۡبًا

“Maka lakukanlah penghormatan dengan penghormatan yang lebih baik atau kembalikanlah penghormatan itu.” (QS. An Nisa’: 86)

Doa dari Nabi inilah yang kemudian dinamakan syafaat. Berbagai ulama sudah sepakat bahwa doa Nabi tidak akan ditolak oleh Allah. Maka dari itu, Allah tentunya akan menerima syafaat beliau kepada setiap orang yang membaca shalawat.

Baca juga: Agar Hujan Menjadi Berkah, Amalkan 5 Sunnah Rasulullah Ini

4. Didoakan oleh malaikat

Suatu hari, Nabi Muhammad mendengar ada seseorang yang sedang berdoa tapi tidak dibuka dengan memuja Allah Ta’ala serta membaca shalawat, maka Nabi pun berkata, “Orang ini terburu-buru,”

Kemudian Rasulullah mengundang orang tersebut, lalu memberi nasihat, “Jika diantara kalian berdoa, maka harus diberi pujian kepada Allah Ta’ala, membaca shalawat, lalu berdoalah sesuai dengan apa yang dikehendaki.”
halaman ke-1
cover top ayah
اَفَلَا يَتَدَبَّرُوۡنَ الۡقُرۡاٰنَ اَمۡ عَلٰى قُلُوۡبٍ اَ قۡفَالُهَا
Tidakkah mereka menghayati Al-Qur'an ataukah hati mereka sudah terkunci?

(QS. Muhammad:24)
cover bottom ayah
preload video