Kaisar Napoleon Berjuluk Ali Bonaparte karena Biayai Acara Maulid Nabi di Mesir

Senin, 25 Oktober 2021 - 05:15 WIB
Pendekatan kompromistis Napoleon terhadap Islam terdokumentasikan dengan baik. Dia berhasil membangun opini bahwa dia mengagumi Nabi Muhammad SAW – dia bahkan mempelajari beberapa surat dalam al-Quran dengan serius.

Sementara itu hubungannya dengan orang-orang Kristen Koptik hanya sebatas hubungan sesama negarawan. Menurut Napoleon, agama berguna selama itu dapat diterima oleh masyarakat, tetapi juga dapat berbahaya apabila mengarah ke fanatisme.

Napoleon memberikan penawaran yang sangat menarik untuk Mesir, yaitu:

1. Menghapuskan kekuasaan Ottoman (Ustmaniyah) di Mesir secara utuh.

2. Memperkenalkan struktur politik yang ditujukan untuk mengatur persoalan-persoalan internal.

3. Mempertahankan dan menghormati tradisi-tradisi Islam.

4. Menjanjikan kondisi sosial dan ekonomi yang lebih baik.

Untuk dapat mewujudkannya, Napoleon harus meminta bantuan dari para syaikh yang berkuasa, dan mendorong mereka untuk mengambil posisi sebagai pemerintah, agar mereka dapat membawa Mesir ke arah yang diinginkan.

Selain itu, Napoleon juga mesti melibatkan orang-orang Kristen Koptik, karena mereka sangat ahli dalam birokrasi, dan selama berabad-abad telah menyatu dalam struktur permanen pemerintahan Mesir.

Orang-orang Kristen Koptik adalah ahli tafsir Taurat dari sejak zaman Mesir Kuno. Mereka juga terkenal handal akan ilmu akuntansinya.

Mesir telah seringkali berganti kepemimpinan dari sejak era kekhalifahan, jadi, baik itu Khalifah, Gubernur, Amir, Mamluk, ataupun Pasha Turki, tidak ada satupun yang dapat bertahan tanpa bantuan dari orang-orang Kristen Koptik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!