Antara Dholaal dan Mudhill, Sesat dan Menyesatkan

Jum'at, 05 November 2021 - 17:37 WIB
Keempat, dan ini yang berbahaya. Kaum liberal memang dikenal pintar bermain kata. Armando memperlihatkan itu. Dari mengingkari (bahasa Arabnya mengkafiri) Syariat, lalu bersilat lidah dengan kata: "Perintah 5 waktu itu tidak ada dalam Al-Qur'an", lalu mengambil contoh-contoh hukum yang tentu memilki perlu ditafsirkan seperti hukum-hukum jinayah (criminal code) dalam Islam. Dan akhirnya ingin mengatakan: yang tidak mengikuti pendapatnya adalah kaku, terbelakang, sempit, bahkan tidak rasional dan mengedepankan amarah.

Sekali lagi, manusia seperti Armando ini memang ada pada dua kemungkinan. Satu, dhoollun alias tersesat. Atau dua, anggaplah dia sendiri tidak tersesat. Tapi dengan gaya komunikasi yang kadang terpolesi oleh kepura-puraan pintar, logis, bahkan manis, menjadikan masyarakat awam terbawa arus.

Di sinilah urgensi para Ulama untuk menyuarakan dan membentengi Umat. Bagi saya pribadi, yang lebih penting adalah tanggung jawab "amar ma’ruf nahi mungkar". Saya mungkin tidak punya otoritas (al-yadu/tangan). Tapi masih ada lisan/tulisan yang akan saya pakai.

Kelima, dari semua itu yang juga paling berbahaya adalah upaya menabrakkan komitmen agama/Syariah dengan negara, bahkan dunia. Penyebutan syariah sebagai ancaman itu adalah prilaku "Islamophobia" di Barat. Persis apa yang dilakukan oleh Ade Armando dan kaumnya.

Karenanya saya tetap mengimbau umat ini, termasuk umat lain, untuk barbati-hati. Ada upaya pemarjinalan agama dalam kehidupan manusia. Termasuk dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam kerangka Pancasila.

Saya ingin mengatakan sekali lagi, jangan-jangan ada yang teriak "saya Pancasila". Tapi di balik layar justru ingin merongrong nilai-nilai Pancasila itu sendiri.

Pelaksanaan Syariah di Amerika ini menjadi booming. Dari pelaksanaan sholat Jumat di gedung Kongres yang Kebetulan saya pernah jadi khatibnya, hingga ke makanan-makanan halal, sistim keuangan syariah, dan bahkan kami sering diundang ke pengadilan untuk menyampaikan hukum Islam ketika ada perceraian suami-isteri.

Artinya, sangat berbahaya ketika Armando dan kaumnya menampilkan Syariah sebagai sesuatu yang paradoks dengan kehidupan manusia saat ini. Ini benar-benar bentuk kepada agama yang diakuinya. Buka mata man!

Baca Juga: As-Samhah (1): Jangan Keliru Memahami Makna Toleransi
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!