Kisah Buran, Putri Bizantium yang Jadi Maha Ratu Persia

Selasa, 09 November 2021 - 05:15 WIB
Pada saat yang bersamaan, dia menunjukkan sisi religiusitasnya, dengan mengungkapkan harapannya bahwa Tuhan akan menunjukkan kepada mereka, melalui kepeduliannya terhadap kesejahteraan rakyat dan kebijakan tegas yang dikeluarkan dari posisinya yang tinggi.

Apa yang akan membuat mereka menyadari bahwa sebuah wilayah tidak ditundukkan melalui kekuatan dan energi manusia. Bahwa kekuatan militer bukan didirikan atas terenggutnya kebebasan rakyat, dan kemenangan itu tidak diperoleh melalui tipu muslihat dan kebencian manusia yang dipadamkan, tetapi semua berasal dari Tuhan, Dia Yang Dimuliakan dan Dipuja-puja.

Lebih jauh, dia menasihati rakyatnya untuk patuh dan mendorong mereka untuk setia. Surat-suratnya menyampaikan semua yang diperlukan (yaitu, untuk bimbingan dan kesejahteraan rakyat).

Baca juga: Raja Persia Melarikan Diri, Sa'ad bin Abi Waqqash Duduki Istana

Hancur dari Dalam

Berkenaan dengan perang yang telah berlangsung lama antara Sasaniyah dan Bizantium, dia menunjukkan itikad baiknya dalam perdamaian dengan mengembalikan kayu salib suci Yerusalem kepada penguasa Bizantium yang dimediasi oleh seorang Kristen Nestorian yang bernama Ishu’hab.

Meski demikian, Sang Ratu, bagaimanapun, tidak memiliki kekuatan untuk memulihkan kedamaian dan ketertiban Istana Sasaniyah yang hancur dari dalam.

Jenderal, abdi dalam, dan bangsawan-bangsawan kuat Persia terus bertarung di antara mereka sendiri. Saat kekacauan dan kemunduran semakin drastis, wilayah Sasaniyah juga diserang oleh orang-orang Turki dan Khazar.

Pada saat yang bersamaan, pasukan Muslim dari Jazirah Arab, yang dalam sudut pandang Persia adalah sebuah kekuatan besar yang meledak, yang muncul secara tiba-tiba, mulai melancarkan ekspansinya ke wilayah Persia.

Ratu yang tidak berdaya ini tidak bisa berbuat apa-apa untuk membalikkan proses disintegrasi politik Dinasti Sasaniyah. Tidak diketahui apa sebabnya, Buran kemudian meninggal setelah satu tahun empat bulan naik takhta.

Baca juga: Kemenangan Muslim, Berakhirnya Kekaisaran Kisra dan Rampasan Perang yang Tak Ternilai
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!