Kisah Umar bin Abdul Aziz Membebaskan Budak yang Meracuni Dirinya

Rabu, 17 November 2021 - 15:51 WIB
Kepada istrinya ia memerintahkan untuk melepaskan semua perhiasan dan meletakkan di baitul mal. Ketika Umar selesai memimpin upacara pemakaman khalifah pendahulunya, Sulaiman bin Abdul Malik, anak buahnya langsung bergegas mempersilakan dirinya menggunakan kereta kencana yang merupakan kendaraan resmi khalifah. Tapi Umar menolaknya, dan memilih menunggangi keledai miliknya.

Ketika anak buahnya memintanya untuk menempati istana Damaskus, ia menolak. “Di sana masih ada Ayyub bin Sulaiman dan keluarganya. Aku tidak akan menempatinya selama mereka masih ada di sana,” ujarnya. Umar pun memilih tinggal di tendanya.

Baca juga: Umar bin Abdul Aziz, Kisah Ketika Dipecat sebagai Gubernur Madinah

Tak Inginkan Kekuasaan

Abdul Aziz bin Al Walid, sosok yang sedianya digadang-gadang menggantikan Al Walid, tapi rencana tersebut gagal dan Sulaiman akhirnya naik tahta, bergegas menuju Damaskus begitu mendengar Sulaiman wafat.

Dia tidak mengetahui bahwa Umar bin Abdul Aziz yang menggantikan Sulaiman menjadi khalifah. Ia datang bersama pasukannya.

Di Damaskus ia diterima oleh Umar dengan tangan terbuka. Umar bin Abdul Aziz lalu berkata padanya, bahwa ia tidak menginginkan kekuasaan ini. Kalau Abdul Aziz ingin mengambilnya, maka ia tidak akan menghalangi jalannya.

Umar bin Abdul Aziz lebih memilih menghindar, dan pulang ke rumahnya. Tapi mendengar penyataan Umar ini, Abdul Aziz malah berkata, “Tidak ada orang selainmu yang aku harapkan mengisi kekuasaan ini.”

Seperti terjadi revolusi, begitu Umar menjabat, semua kebijakan dari pusat kekuasaan Dinasti Umayyah berubah dan berbanding terbalik dengan sebelumnya.

Beberapa gubernur yang dianggapnya curang atau korup segera ia berhentikan. Termasuk apabila kecurangan itu terjadi pada kelompok non-Muslim, seperti yang terjadi di beberapa kawasan di Eropa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!